India Buka Pintu untuk Turis Asing 15 Oktober, Usai 18 Bulan Tertutup Akibat COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, New Delhi - India akan mulai memberikan visa turis untuk pengunjung asing setelah jeda 18 bulan karena pandemi COVID-19. Pemerintah negara itu mengumumkan pada Kamis 7 Oktober 2021.

Turis yang tiba dengan penerbangan carteran akan dapat melakukannya mulai 15 Oktober, menurut siaran pers dari Kementerian Dalam Negeri India.

Kedatangan lain akan diizinkan mulai 15 November, demikian informasi dari pernyataan tersebut.

Langkah ini mengikuti pembukaan kembali tentatif dalam beberapa bulan terakhir untuk pelancong dengan visa bisnis, diplomat atau pelajar.

"Semua protokol dan norma yang berkaitan dengan COVID-19 sebagaimana diberitahukan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga dari waktu ke waktu, harus dipatuhi oleh turis asing, maskapai yang membawa mereka ke India dan semua pemangku kepentingan lainnya di stasiun pendaratan," bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip dari CNN, Jumat (8/10/2021).

India menyambut 10,6 juta kedatangan turis asing pada 2019, tahun sebelum pandemi, menurut angka resmi dari pemerintah. Pada tahun 2018, penerimaan devisa dari pariwisata mencapai $28,6 miliar.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Diidentifikasi Jadi Lokasi Awal Virus Corona COVID-19 Varian Delta

Turis mengunjungi Taj Mahal di Agra, India pada Senin (21/9/2020). Taj Mahal kembali dibuka untuk umum hari ini, Senin (21/9), dalam gerakan simbolis seperti biasa, bahkan ketika India tampaknya akan mengambil alih AS sebagai pemimpin global dalam infeksi Virus Corona COVID-19. (Sajjad HUSSAIN/AFP)
Turis mengunjungi Taj Mahal di Agra, India pada Senin (21/9/2020). Taj Mahal kembali dibuka untuk umum hari ini, Senin (21/9), dalam gerakan simbolis seperti biasa, bahkan ketika India tampaknya akan mengambil alih AS sebagai pemimpin global dalam infeksi Virus Corona COVID-19. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Awal tahun ini, India adalah pusat global pandemi COVID-19. Ribuan kematian tercatat setiap hari selama puncaknya pada April-Mei, banyak yang menyalahkan pada varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di Negeri Bollywood itu.

Hingga saat ini negara itu tercatat dengan 449.856 kematian akibat COVID-19 dan 33.894.312 kasus, menurut data Universitas Johns Hopkins. Sejauh ini, 18,63% dari populasi telah divaksinasi lengkap.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS saat ini memiliki nasihat "Level 2: risiko sedang" bagi warga AS yang mempertimbangkan perjalanan ke India. Dikatakan juga para pelancong harus vaksinasi COVID-19 sepenuhnya sebelum berkunjung.

Pelancong yang tidak divaksinasi harus menghindari perjalanan India yang tidak penting.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel