India dan Pakistan Catat Rekor Gelombang Panas Ekstrem

Merdeka.com - Merdeka.com - Gelombang panas ekstrem melanda India dan Pakistan pekan ini. India mengalami gelombang panas ekstrem setelah Maret lalu tercatat sebagai bulan terpanas.

Gelombang panas ini juga menyebabkan terbakarnya tempat pembuangan akhir (TPA) Bhalswa di pinggiran ibu kota New Delhi.

"Suhu naik dengan cepat di negara ini, dan naik jauh lebih awal daripada biasanya," kata Perdana Menteri India, Narendra Modi saat menggelar rapat online dengan pemerintah negara bagian, dikutip dari France 24, Kamis (28/4).

Menurut para ilmuwan, lebih dari 1 miliar orang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat gelombang panas ini. Di New Delhi, suhu bisa melampaui 40 derajat Celcius selama beberapa hari dan diperkirakan akan mencapai 44 derajat Celcius sampai Minggu.

"Kami melihat meningkatnya insiden kebakaran di berbagai tempat - di hutan, bangunan-bangunan penting, dan di rumah sakit, dalam beberapa hari terakhir," kata Modi.

Wilayah yang biasanya dilanda gelombang panas terburuk adalah wilayah lembab yang ada di India timur. Suhu di negara bagian-negara bagian timur ini mencapai 43 derajat Celcius pada Rabu.

Menurut ahli hidroklimatologi Institut Teknologi Bombay, Arpita Mondal, perubahan iklim berkontribusi dalam cuaca ekstrem ini. Selain itu, penelitian Mondal juga menemukan, polusi perkotaan juga berkontribusi menciptakan panas ekstrem ini. Karbon hitam dan debu yang diserap sinar matahari menyebabkan suhu di sejumlah kota-kota di India semakin menyengat. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel