India Geram, Pemerkosa yang Divonis Hukuman Mati Malah Dibebaskan

Merdeka.com - Merdeka.com - India dikagetkan dengan berita pembebasan tiga pria pelaku pemerkosaan yang divonis hukuman mati. Ketika pria itu divonis bersalah dan dijatuhi hukuman mati pada 2014 karena memperkosa massal dan membunuh perempuan 19 tahun yang disebut Anamika (nama samaran) 10 tahun lalu di negara bagian Haryana.

Pada Senin, Mahkamah Agung India membebaskan para pemerkosa tersebut dengana alasan tidak ada bukti kuat dan jelas mereka melakukan kejahatan tersebut, dikutip dari BBC, Rabu (9/11).

Tiga anggota majelis hakim mempertanyakan penyelidikan polisi, mengkritik adanya "penyimpangan nyata" saat sidang pengadilan dan menyebut hakim bertindak seperti "wasit pasif".

Keputusan ini menuai kemarahan dari orang tua korban, mengejutkan para aktivis, dan pengacara, serta menuai kecaman di media sosial.

"Ini wajah keadilan di India di 2022," tulis salah satu pengguna Twitter, membagikan foto ayah korban.

"Harapan saya lenyap dalam hitungan menit," kata ayah Anamika.

"Kami menunggu keadilan selama 10 tahun. Kami percaya pada pengadilan, kami percaya Mahkamah Agung akan menyetujui hukuman mati dan para pembunuh anak saya pada akhirnya akan digantung."

Anamika tinggal di Chhawla, daerah pinggiran kelas menengah ke bawah di Delhi barat daya. Pada Januari 2012, Anamika bekerja di pusat panggilan di Gurgaon dan menjadi tulang punggung keluarganya.

Dia diperkosa pada 9 Februari 2012 ketika pulang kerja dengan tiga temannya. dia lalu diculik para pelaku yang mengendarai mobil merah. [pan]