India naikkan pajak impor emas untuk dorong rupee

India telah meningkatkan pajak impor dasar untuk emas dari 7,5 persen menjadi 12,5 persen, sebagaimana dikatakan pemerintah negara tersebut pada Jumat (1/7).

Hal tersebut dilakukan saat negara konsumen emas terbesar kedua di dunia itu berupaya untuk meredam permintaan dan menurunkan defisit perdagangan.

Harga emas domestik meningkat ke angka tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir dengan harga 52.032 rupee (Rp 9,86 juta) per 10 gram pada Jumat, angka yang tertinggi sejak 25 April.

India memenuhi sebagian besar permintaan emasnya dengan impor, yang telah memberikan tekanan terhadap pada rupee, yang mencapai rekor terendah sebelumnya pada Jumat.

Baca juga: Presiden Jokowi bertemu PM India Narendra Modi bahas kesehatan-ekonomi

Kenaikan bea seharusnya mengangkat harga dan permintaan di India, yang dapat membebani harga global.

Namun hal itu bisa memicu pembelian tidak resmi dan mendorong penyelundupan logam mulia ke negara itu, kata sumber industri.

"Kenaikan harga yang tiba-tiba dapat menurunkan permintaan perhiasan bulan ini," kata Prithviraj Kothari, direktur pelaksana RiddiSiddhi Bullions.

Setelah kenaikan bea masuk, penjual menawarkan diskon hingga 40 dolar AS (599 ribu) Rp per ons di atas harga domestik resmi, termasuk 12,5 persen impor dan retribusi penjualan 3 persen.

Defisit perdagangan India bulan Mei melebar menjadi 24,29 miliar dolar dari 6,53 miliar dolar pada tahun lalu karena impor emas di bulan tersebut melonjak menjadi 6 miliar dolar dari 678 juta dolar pada tahun lalu.

Kenaikan bea masuk untuk emas bertujuan untuk mengurangi impor emas dan mengurangi tekanan ekonomi makro pada rupee India, kata Somasundaram PR, kepala eksekutif regional operasi Dewan Emas Dunia India.

Dalam jangka pendek permintaan emas bisa turun, tetapi dalam jangka panjang permintaan akan tetap kuat dan impor akan pulih, kata Surendra Mehta, sekretaris di India Bullion and Jewellers Association (IBJA).

Setelah pengumuman bea masuk, harga emas lokal naik sekitar 3 persen, sementara harga global turun 1 persen.

"Pajak keseluruhan atas emas sekarang naik tajam dari 14 persen menjadi sekitar 18,45 persen. Jika ini tidak taktis dan sementara, kemungkinan ini akan memperkuat pasar abu-abu, dengan konsekuensi jangka panjang yang merugikan bagi pasar emas," kata Somasundaram dari WGC.

"Penyelundupan emas turun setelah pengurangan bea masuk dan karena COVID-19 membatasi pergerakan orang. Namun sekarang dapat naik lagi," kata dealer perusahaan perdagangan global yang berbasis di Mumbai.

Saham pembuat perhiasan seperti Titan Kalyan Jewellers dan Tribhovandas Bhimji Zaveri turun sebanyak 4 persen di pasar Mumbai yang melemah.

Sumber: Reuters

Baca juga: India akan bantu pemulihan ekonomi Sri Lanka
Baca juga: Dubes: India inginkan kerja sama ekonomi yang kuat dengan Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel