Indocement kembangkan sektor pertanian dan sarana edukasi di Bogor

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengembangkan Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) Tiga Roda Edu Green Park di Desa Tajur, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ke sektor pertanian sekaligus menjadi sarana edukasi.

"Selain kami melakukan penghijauan, masyarakat umum maupun pelajar bisa belajar dan mendapat pelatihan untuk pemberdayaan," ungkap Corporate Social Responsibility and Security (CSRC) Division Manager Indocement Gadang Wardono di Bogor, Jumat.

Area P4M dengan luas sekitar 10 hektar itu sebagian lahannya digunakan untuk pertanian dengan tanaman buah-buahan dan budi daya hewan, seperti ikan, domba, hingga sapi.

Sehingga, hasil dari pertanian dan ternak dari P4M kemudian dapat dimanfaatkan oleh kelompok usaha atau kelompok tani yang bekerja sama dengan perusahaan produsen semen Indocement.

Masyarakat juga bisa menikmati fasilitas di P4M sebagai sarana wisata edukasi. Karena, selain menyediakan lahan pertanian dan ternak, Indocement juga menata sebagian area P4M menjadi tempat berfoto dengan latar bangunan rumah ala Belanda berwarna-warni.

"Target kami ini menjadi wahana edukasi bagi masyarakat umum dan pelajar dalam mempelajari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan ditambah dengan klaster tambahan edu-wisata," kata Gadang.

CSRC Division Manager Indocement Gadang Wardono di Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) Tiga Roda Edu Green Park di Desa Tajur, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)
CSRC Division Manager Indocement Gadang Wardono di Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) Tiga Roda Edu Green Park di Desa Tajur, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Sementara, warga desa sekitar, Ayub Sunarya (43) yang kini menjadi salah satu pengelola P4M mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas yang berasal dari dana CSR Indocement tersebut. Karena, sebelumnya ia hanya bekerja serabutan.

Terlebih, kawasan bekas tambang itu, kata Ayub, kini sudah hampir penuh dengan tumbuhan hijau, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.

"Alhamdulilah saat musim kemarau, masyarakat beberapa desa seperti Desa Tajur, Hambalang dan sekitarnya menjadikan air situ untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena memang airnya jernih sekali," kata Ayub.

Menurutnya, sebelum menjadi pengelola P4M, ia bersama beberapa pengelola lainnya terlebih dahulu diberikan pelatihan.

"Selain kami dapat ilmu yang bermanfaat disini, warga pun bisa memperbaiki taraf kehidupannya. Itu yang kami syukuri, karena selain masyarakat umum, sudah banyak pelajar yang berkunjung sambil belajar," ujarnya.
Baca juga: Indocement bagikan tempat sampah peringati hari lingkungan hidup
Baca juga: Jakarta Selatan dirikan pusat edukasi percontohan pertanian perkotaan
Baca juga: Pemkot Bandung buat lahan pertanian untuk edukasi ketahanan pangan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel