Indocement Tunggal Prakarsa Genjot Pemakaian Bahan Bakar Ramah Lingkungan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi salah satu perusahaan semen di Indonesia, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menegaskan bila pihaknya akan mengurasi emisi gas buang hingga 2025.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya menuturkan, bila pihaknya memiliki keinginan untuk mengurangi carbon dioxide atau CO2 dari 660 kg menjadi 580 kg pada 2025.

"Untuk mengurangi CO2 kita akan melakukan beberapa hal, seperti menaikkan pemakaian bahan bakar alternatif sampai dengan 25 persen di tahun 2025," kata Christian di acara Bumee Summit 2021, Rabu (27/10/2021).

Selain itu, pihaknya juga akan menggunakan lebih banyak bahan baku alternatif yang ramah lingkungan untuk menggantikan clinker sebagai konservasi energi.

"Kami juga memperkenalkan PCC, Slag Cement dan hydraulic cemen (semen hijau) untuk menggantikn OPC," ujarnya.

Untuk sumber daya listrik, emiten berkode INTP ini juga menggunakan energi terbarukan (gas turbine dan solar panel).

"Kami menggunakan bahan baku alternatif menggantikan bahan fossil. Ini adalah salah satu upaya kami. Kami juga sangat menjaga SO2 dan N0X," tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kinerja Indocement hingga Semester I 2021

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)

Sebelumnya, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat kinerja positif sepanjang semester I 2021. Kinerja positif ini ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk membukukan pendapatan naik 7,96 persen pada semester I 2021 menjadi Rp 6,66 triliun. Pada periode sama tahun sebelumnya Rp 6,17 triliun.Demikian mengutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/8/2021).

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatat penjualan naik dari Rp 5,65 triliun pada semester I 2020 menjadi Rp 6,06 triliun. Penjualan beton siap pakai naik menjadi Rp 473,57 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 464,54 miliar. Penjualan agregat naik menjadi Rp 7,55 miliar pada semester I 2021 dari periode enam bulan pertama 2020 sebesar Rp 362 juta.

Beban pokok pendapatan naik 6,46 persen dari Rp 4,29 triliun pada semester I 2020 menjadi Rp 4,57 triliun pada semester I 2021. Dengan demikian, laba bruto tumbuh 11,39 persen dari Rp 1,87 triliun pada semester I 2020 menjadi Rp 2,09 triliun.

Perseroan mencatat beban usaha naik dari Rp 1,46 triliun menjadi Rp 1,48 triliun pada semester I 2021. Perseroan mencatat kenaikan biaya keuangan menjadi Rp 21,26 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,25 miliar.

Selain itu, pendapatan keuangan turun menjadi Rp 122,63 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 214,32 miliar. Pendapatan keuangan tercatat Rp 33,14 miliar pada enam bulan pertama 2021 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 36,84 miliar.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 24,79 persen menjadi Rp 586,57 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 470,02 miliar.

Total ekuitas tercatat naik menjadi Rp 22,76 triliun pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 22,17 triliun. Total liabilitas turun menjadi Rp 4,59 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 5,16 triliun.

Total aset naik menjadi Rp 27,35 triliun pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 27,34 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas naik menjadi Rp 8,07 triliun pada 30 Juni 2021 dari Rp 7,69 triliun pada 31 Desember 2020.

Reporter: Dian Tami.K

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel