Indofarma Dapat Proyek Obat Rp 1,6 Triliun  

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Jakarta - PT Indofarma Tbk mendapatkan proyek pengadaan obat-obatan ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia senilai Rp 1,6 triliun. Proyek tersebut dijalankan dengan mekanisme e-katalog.

Direktur Indofarma Elfiano Rizaldi mengatakan, nilai proyek yang didapat perusahaannya paling besar ketimbang 19 perusahaan lain. Alasannya, Indofarma telah menjadi pemasok untuk obat generik selama ini. Nilai total proyek ini mencapai Rp 5-6 triliun. "Kami paling besar, sisanya dibagi ke 19 pelaku industri lainnya," katanya ketika menggelar paparan di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Selatan, Senin, 13 Mei 2013.

Dengan mekanisme e-katalog, setiap instansi pemerintahan seperti rumah sakit hingga puskesmas wajib membeli obat melalui katalog yang tersedia di Internet. Tidak ada lagi proses tender obat yang dinilai rawan penyimpangan.

Saat ini, perseroan sedang memverifikasi kebutuhan obat di kabupaten dan rumah sakit pemerintah. Hasilnya, sekitar Mei-Juni ini baru terkumpul permintaan sebesar Rp 100-150 miliar hanya dari beberapa daerah.

"Angka itu bisa bertambah lebih besar, kami mendesak pemerintah daerah yang obatnya mulai kosong untuk mengirim permintaan."

Untuk pemenuhan kebutuhan e-katalog ini, Indofarma memaksimalkan kapasitasnya hingga paling sedikit dua kali lipat ketimbang kapasitas saat ini. "Sekaligus untuk persiapan menghadapi BPJS," ujarnya.

Peningkatan kapasitas menelan ongkos investasi mendirikan bangunan senilai Rp 60 miliar dan mesin senilai Rp 33 miliar pada tahun ini. Adapun yang terealisasi saat ini mencapai Rp 13 miliar.

Anggaran ini bersifat tahun jamak hingga tahun depan. Nilai totalnya sebesar Rp 85 miliar untuk investasi bangunan dan investasi mesin senilai Rp 35 miliar. Sementara untuk ekspor, perseroan menargetkan adanya pertumbuhan sebesar 30 persen pada tahun ini.

Elfiano menjelaskan, kontribusi ekspor maksimal mencapai 2,5 persen dari total bisnis perseroan. "Kami berfokus di pasar domestik," katanya. Kendala tidak suksesnya ekspor oleh Indofarma salah satunya tentang registrasi. "Semacam itulah," katanya.

GUSTIDHA BUDIARTIE

Topik Terhangat:

Teroris | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Berita Lainnya:

Wiji Thukul, Koor Kapel dan Koo Ping Hoo

Asal-usul Nama Wiji Thukul

Teka-teki Wiji Thukul, Tragedi Seorang Penyair

Buruh Pabrik Panci Takut Lihat Aparat Berseragam

Kencan Pertama? Ini Cara Mengusir Grogi

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...