Indofarma Raup Penjualan Rp 849,32 Miliar pada Semester I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofarma Tbk (INAF) mencatat pertumbuhan penjualan dan mencetak laba bersih pada semester pertama 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (5/9/2021), PT Indofarma Tbk membukukan penjualan bersih Rp 849,32 miliar selama Januari-Juni 2021. Pencapaian penjualan itu tumbuh 89,87 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 447,29 miliar.

Rincian penjualan itu antara lain dari obat sebesar Rp 496,90 miliar pada semester I 2021. Realisasi penjualan obat itu tumbuh 88,36 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 263,79 miliar.

Dari sisi penjualan alat kesehatan dan produk lainnya sebesar Rp 352,42 miliar. Penjualan alat kesehatan dan produk lainnya itu naik 92,05 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 183,50 miliar.

Beban pokok penjualan naik 59,35 persen menjadi Rp 522,48 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 327,87 miliar. Laba bruto naik 173,68 persen menjadi Rp 326,84 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 119,42 miliar.

Perseroan mencatat beban penjualan naik dari Rp 60,12 miliar pada semester pertama 2020 menjadi Rp 87,25 miliar pada semester I 2021. Beban umum dan administrasi naik dari Rp 47,62 miliar pada semester pertama 2020 menjadi Rp 67,97 miliar pada semester pertama 2021. Perseroan mencatat rugi lain-lain Rp 139,4 miliar pada 30 Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya untung Rp 4,63 miliar.

Dengan demikian laba usaha naik 97,47 persen dari Rp 16,31 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 32,21 miliar pada semester I 2021. PT Indofarma Tbk mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 977,78 juta pada semester I 2021. Pada semester I 2021, perseroan alami rugi Rp 4,66 miliar.

Laba bersih per saham pun menjadi 0,32 pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya rugi 1,50.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Total Liabilitas

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Total liabilitas naik dari Rp 1,28 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp 1,51 triliun pada 30 Juni 2021. Total ekuitas perseroan naik menjadi Rp 431,31 miliar pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 430,32 miliar.

Dengan demikian total aset naik menjadi Rp 1,95 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 1,71 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 117,96 miliar pada 30 Juni 2021, turun dari periode Desember 2020 sebesar Rp 158,17 miliar.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 3 September 2021, saham INAF stagnan Rp 2.300 per saham. Saham INAF berada di posisi tertinggi Rp 2.350 dan terendah Rp 2.290 per saham. Total frekuensi perdagangan 289 kali dengan volume perdagangan 2.994. Nilai transaksi Rp 689,7 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel