Indofood CBP Sukses Makmur Terbitkan Obligasi Global Setara Rp 14,49 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menerbitkan obligasi global pada 27 Oktober 2021 sebesar USD 1 Miliar. Jumlah obligasi global itu setara Rp 14.496.000.000.000 (kurs Rp 14.496 per dolar AS).

Obligasi global tersebut dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST). Obligasi global tersebut tercatat dalam bentuk dan dibuktikan dengan Sertifikat Global yang terdaftar atas nama pihak yang ditunjuk (nominee), dan disimpan dalam suatu common depository Euroclear Bank SA/NV, dan Clearstream Banking S.A.

Obligasi Global perseroan terdiri dari:

- Obligasi Global 2032, dengan jangka waktu 10,5 tahun dari sejak tanggal penerbitan sebesar USD 600 juta,

- Obligasi Global 2052, dengan jangka waktu 30,5 tahun dari sejak tanggal penerbitan sebesar USD 400 juta.

Hal tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasinya ke regulator, PT Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/10/2021).

Obligasi Global perseroan mempunyai tingkat suku bunga tetap yaitu sebesar 3,541 persen per tahun untuk Obligasi Global 2032 dan sebesar 4,805 persen per tahun untuk Obligasi Global 2052, yang masing-masing akan dibayarkan dua kali setahun, yaitu setiap enam bulan sekali pada tanggal 27 April dan 27 Oktober.

Dana dari obligasi global ini seluruh nya akan digunakan untuk membayar retensi terhutang dalam Perjanjian Pinehill dan untuk pembiayaan keperluan umum perusahaan.

Obligasi Global ini tidak dijamin dengan agunNa khusus berupa benda atau aktiva lain perseroan dalam bentuk apapun dan tidak dijamin oleh pihak lain manapun karenanya paripasu dengan semua utang perseroan yang tidak mempunyai hak preferen.

Berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh Moody's Investors Service dan Fitch Rating, hasil pemeringkatan perseroan dan Obligasi Global perseroan ini adalah tetap, yaitu peringkat Baa3 dari Moody's Investors Service dan peringkat BBB- dari Fitch Ratings.

Hingga 30 Juni 2021, ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 53.605.839.000.000. Sehingga nilai penerbitan obligasi tersebut setara dengan sekitar 27 persen dari nilai ekuitas perseroan.

Per 30 September 2021, sebanyak 80,53 persen saham ICBP dimiliki oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan sebanyak 19,47 persen sahamnya dimiliki oleh masyarakat.

Ada sembilan Fund Manager yang membantu Indofood CBP Sukses Makmurdalam penerbitan obligasi global ini yaitu Deutsche Bank AG Cabang Singapura, UBS AG Cabang Singapura, BNI Securities Private Limited, DBS Bank Limited, Mandiri Securities Private Limited.

Selain itu, Mizuho Securities (Singapura) Private Limited, Natixis Cabang Singapura, Oversea-Chinese Banking Corporation Limited and SMBC Nikko Securities (Hong Kong) Limited. Para manajer ini telah sepakat melakukan penawaran/dan atau pembelian obligasi global perseroan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham ICBP

Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pada penutupan perdagangan, Rabu, 27 Oktober 2021, saham ICBP berada di Rp 8.850 per saham, turun Rp 150 dibanding perdagangan sehari sebelumnya, Selasa, 26 Oktober 2021 yang sebesar Rp 9.100 per saham.

Saham ICBP berada di level tertinggi Rp 9.175 dan terendah Rp 8.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.814 kali dengan volume perdagangan 81.576. Nilai transaksi Rp 72,7 miliar.

Reporter: Elizabeth Brahmana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel