Indomart, Toko Ritel Pertama RI di Afrika

Liputan6.com, Jakarta : Indomart menjadi toko ritel Indonesia pertama yang berdiri di kawasan Afrika.

Toko yang berlokasi di Johannesburg, Afrika Selatan tersebut resmi dibuka Duta Besar Republik Indonesia di Pretoria, Sjahril Sabaruddin, pada 26 Januari 2013.

Pembukaan toko Indonesia di Afrika Selatan ini merupakan upaya bersama yang dirintis Kementerian Perdagangan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pretoria, ITPC Johannesburg dan para pelaku usaha nasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Gusmardi Bustami menyatakan pembukaan Indomart merupakan suatu terobosan baru untuk memperluas dan meningkatkan penetrasi pasar bagi produk-produk Indonesia di Afrika pada umumnya dan di Afrika Selatan pada khususnya.

Strategi pemasaran ini diharapkan dapat berjalan dengan efektif sekaligus menjadi solusi untuk menembus pasar non-tradisional dengan produk-produk yang belum pernah ditemui di pasar setempat, ujar dia, Jumat (8/2/2013).

Adapun produk yang dijual di toko Indomart antara lain bahan makanan, produk makanan dan minuman, serta garmen seperti batik. Sedangkan konsep layanan yang diterapkan berupa swalayan.

Keunggulan lain yang dimiliki Indomart adalah lokasinya yang cukup strategis sehingga dapat dengan mudah dijangkau mayoritas komunitas Afrika Selatan yang bermukim di Pretoria dan Johannesburg.

Gusmardi berharap Indomart dapat menjadi swalayan yang diandalkan konsumen di daerah sekitar.

Keberadaan toko ini diharapkan mampu menarik minat para pembeli, baik masyarakat Indonesia, keturunan Asia, maupun warga Afrika Selatan yang menyukai produk Indonesia, imbuh dia.

Selain itu, Indomart dinilai akan menjadi embrio bagi rencana ke depan bagi pembukaan toko-toko sejenis lainnya dan Indonesia Mall dalam skala yang lebih besar di Afrika Selatan.

Oleh karena itu, melalui toko tersebut diharapkan upaya pengembangan toko Indonesia di Afrika Selatan akan terus digulirkan dan ekspansi pemasaran produk Indonesia akan terus dilakukan.

Indomart juga dapat menjadi wadah bagi para pengusaha Indonesia yang ingin melakukan tes pasar ke Afrika Selatan dengan menitipkan produk-produk mereka ke toko ini, kata Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Pradnyawati.

Hal ini, menurut dia, memungkinkan  juga karena Joint Trade Commision II antara Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Menteri Industri dan Perdagangan Afrika Selatan.

Kerjasama tersebut bercita-cita untuk mewujudkan Free Trade Area dengan menurunkan tarif produk Indonesia yang masuk ke Afrika Selatan serta pendirian lebih banyak lagi toko Indonesia di Afrika.(Nur)