Indomie Makanan Kegemaran Mahasiswa di Maroko

London (ANTARA) - Demo memasak Indomie yang dilakukan mahasiswa Indonesia dalam pameran kebudayaan yang diadakan Universitas Hassan II yang terletak di kota Casablanca, Maroko, berhasil menarik perhatian mahasiswa.

Indomie merupakan makanan cepat saji yang digemari mahasiswa itu pun habis dibagi bagikan kepada mahasiswa, ujar Koordinator Departemen Media Informasi PPI Maroko, Burhan Ali kepada ANTARA London, Kamis.

Partisipasi Indonesia pada pameran kebudayaan kali ini terselenggara berkat dukungan dari KBRI Rabat, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, dan Orang Indonesia (OI) Maroko, ujar mahasiswa Hassan II University, Casablanca Morocco.

Dikatakannya pameran kebudayaan berlangsung selama dua hari Rabu dan Kamis, itu juga diikuti berbagai negara diantaranya dari Malaysia, Turki dan Maroko sebagai tuan rumah.

Keikutsertaan mahasiswa Indonesia dalam pameran tersebut merupakan untuk pertama kalinya sejak diadakan beberapa tahun yang lalu.

Indonesia yang diwakili oleh Mahasiswa Indonesia di Casablanca berpartisipasi dalam rangka memperkenalkan kebudayaan Indonesia khususnya kepada kalangan Mahasiswa dan umumnya kepada masyarakat Maroko secara luas.

Pada kesempatan kali ini, Indonesia memperkenalkan beberapa makanan khas daerah seperti cilok, bakwan, es buah banyumasan, piscok, arem-arem.

Selain itu beberapa hasil kerajinan Indonesia seperti baju batik, tas batik, gantungan kunci batik, mukena, tas laptop batik dan lainnya.

Pada kesempatan pameran kali ini juga mendapat dukungan dari sponsor Indomie di Maroko, sebagai salah satu produk makanan dan kesukaan rakyat Indonesia. Dengan melakukan demo masak, dan dibagi cuma-cuma kepada mahasiswa.

Stand Indonesia mendapat sambutan yang meriah dengan banyaknya pengunjung dan ingin mencicipi makanan khas Indonesia yang disediakan, dan beberapa barang dagangan yang di pamerkan pun laku terjual.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.