Indonesia-Australia Kerja Sama Penanganan Penyelundupan Manusia

Nusa Dua (ANTARA) - Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan pemerintah Australia dan Indonesia akan terus meningkatkan kerja sama pencegahan dan penanganan penyelundupan manusia termasuk kerja sama mencari dan menangkap perencana dan otak pelaku kejahatan tersebut.

Dalam keterangan pers di Nusa Dua, Bali Jumat siang usai pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PM Gillard mengatakan kedua negara sudah melakukan langkah yang baik dalam upaya pencegahan dan penanganan hal itu.

"Kita bicarakan tentang pencegahan penyelundupan manusia,terus dilakukan dialog antar kedua negara dan Presiden Yudhoyono diskusikan itu," kata Gillard.

Ia menyampaikan apresiasinya atas kerja sama kedua negara selama ini mengatasi penyelundupan manusia.

"Presiden Yudhoyono menyampaikan pada saya hari ini bahwa Indonesia akan melanjutkan kerja sama dan bekerja sama menghadapi masalah ini, bagi Indonesia dan Australia, penting untuk menghentikan kegiatan ini. antara lain mencari otak pelaku dari kegiatan ini," tegasnya.

Australia terkait pencegahan juga akan mengkampanyekan mengenai kejahatan penyelundupan manusia sehingga semua pihak bisa terhindar dari kegiatan tersebut.

PM Gillard menyatakan penangkapan pelaku penyelundupan manusia yang sudah dilakukan berlangsung dengan baik.

"Presiden Yudhoyono juga bicarakan tentang Bali Proccess, kita setiap hari secara intensif terus berkomunikasi mengenai masalah ini ," paparnya.

Selain bertemu dengan Presiden Yudhoyono, PM Gillard juga melakukan trilateral dengan PM Timor Leste Xanana Gusmao.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat