Indonesia Bakal Ekspor Beras ke Arab Saudi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Perdagangan menyatakan, Indonesia telah siap mengekspor beras ke Arab Saudi. Ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Sang Hyang Seri dan Al Batlah di Arab Saudi.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) tersebut diklaim sebagai hasil fasilitasi Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah bersinergi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama SHS Karyawan Gunarso dan General Manager Al Batlah Muhammad Husein pada 14 Juni 2021 di kantor KJRI di Jeddah. PT SHS merupakan BUMN bagian dari PT RNI yang merupakan Holding BUMN Pangan Indonesia.

Kepala ITPC Jeddah Muhammad Rivai Abbas mengatakan, melalui penandatanganan ini diharapkan pada tahun depan masyarakat Indonesia yang sedang berumrah atau berhaji sudah bisa menikmati beras asal negeri sendiri.

"Mudah-mudahan tahun depan jemaah umrah dan haji sudah bisa beribadah ke Arab Saudi, dan saat itu terjadi beras Indonesia sudah tersedia di sini," kata dia melalui keterangan tertulis, Jumat, 18 Juni 2021.

Masa pandemi COVID-19 ini menurutnya menjadi waktu yang tepat mempersiapkan produk-produk Indonesia ke pasar Arab Saudi. Ini menjadi langkah kesiapan stok pangan dari Indonesia yang dapat memberikan kenyamanan beribadah saat jemaah dari Indonesia sudah kembali mengunjungi Arab Saudi.

Menurut Rivai, beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Dengan banyaknya masyarakat Indonesia berdomisili di Arab Saudi ditambah jemaah haji dan umrah asal Indonesia yang kesehariannya mengonsumsi nasi, maka masuknya beras asal Indonesia ke Arab Saudi dalam kondisi pandemi ini merupakan prestasi yang membahagiakan.

Sementara itu, Dirut SHS Karyawan Gunarso sangat optimistis ekspor beras akan berjalan lancar. SHS memiliki lahan seluas 3.000 hektare dan lahan tambahan seluas 10.000 hektare yang mampu menghasilkan kurang lebih 25.000 ton beras per tahun.

Dengan adanya kerja sama ini, SHS dan Al Batlah kini bersepakat untuk terlebih dahulu mempelajari profil bisnis dan melakukan studi bersama untuk merealisasikan berbagai kerja sama ekspor produk Indonesia selanjutnya.

“Kami harap dari ekspor beras ini akan berlanjut ke rencana jangka panjang yang membuka peluang ekspor produk-produk hortikultura lainnya dan berbagai kerja sama investasi dengan para pengusaha Arab Saudi di masa mendatang," tutur dia.

SHS dipastikannya berkomitmen menjaga produksi beras baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. SHS juga memiliki varian produk lainnya yang dapat diekspor seperti ikan, daging, dan produk hortikultura.

Berdasarkan data TradeMap 2020, negara pengekspor beras terbesar ke Arab Saudi adalah India dengan nilai US$1,1 miliar, diikuti Amerika Serikat US$120 juta, Pakistan US$105 juta, dan Thailand US$25 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel