Indonesia Batal Beli Vaksin AstraZeneca asal Inggris, Benarkah?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar kabar Indonesia akan membatalkan pembelian vaksin dari produsen asal Inggris, AstraZeneca. Kabar ini mencuat setelah uji klinis vaksin dari perusahaan tersebut disebut-sebut menemui kegagalan.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite PC-PEN Airlangga Hartarto mengatakan kabar tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Belum diputuskan. Dan AstraZeneca menjadi salah satu kandidat yang penelitiannya di-resume di negara lain,” kata Airlangga dalam video konferensi Update KPCPEN: Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19, Selasa (27/10/2020).

Ia menambahkan, AstraZeneca ini menjadi salah satu vaksin yang harganya mendekati harga publik dengan volume yang besar. Namun yang menjadi kendala adalah ketersediaannya yang tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Oleh karena itu, kata Airlangga, terhadap vaksin-vaksin seperti dari Astrazeneca, Novavax, dan lainnya akan tetap dilakukan kajian. Seperti kesesuaiannya dengan kebutuhan di Indonesia, juga dilihat kerjasama jangka panjangnya.

“Selain itu, dilihat juga apakah vaksin ini bisa seperti vaksin merah putih, bisa diproduksi di dalam negeri. Orientasi kita kerja sama internasional. Semua dikerjasamakan, tentu ada skalabilitasnya yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas pabrik yang ada dan menurut Menristek kapasitas kita cukup luas,” kata Airlangga.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pengembangan Vaksin Merah Putih Covid-19 Rampung Akhir 2020

Banner Infografis 180 Juta Warga Indonesia Target Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Banner Infografis 180 Juta Warga Indonesia Target Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mengupayakan pengembangan Vaksin Merah Putih Covid-19 rampung pada akhir 2020.

Hingga saat ini, ada 6 institusi yang tercatat melakukan pengembangan vaksin covid-19. Keenam institusi tersebut adalah Lembaga Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Airlangga.

“Dari enam institusi ini, semuanya menggunakan platform yang berbeda-beda,” ujar Bambang dalam video konferensi Update KPCPEN: Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19, Selasa (27/10/2020).

Seiring perkembangan, Bambang memperkirakan Vaksin Merah Putih Covid-19 yang akan rampung dalam waktu dekat adalah yang dikembangkan oleh Lembaga Eijkman. Dimana saat ini kemajuannya telah sampai pada persiapan untuk uji coba terhadap hewan atau sel mamalia.

“Oktober ini mereka sedang mempersiapkan untuk menguji di hewan, yang kita harapkan bisa selesai dan tentunya mudah-mudahan hasilnya memuaskan pada akhir tahun,” kata Bambang.

Setelah tahap ini selesai, bibit vaksin akan diteruskan kepada PT Bio Farma sebagai pihak yang nantinya akan melakukan produksi sekaligus uji klinis. Lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memutuskan apakah Vaksin Merah Putih Covid-19 dapat diedarkan atau dipergunakan secara massal atau tidak.

“Kita akan mengikuti semua prosedurnya uji klinis tahap 1, 2 dan 3. Nanti BPOM akan putuskan apakah vaksin ini sudah bisa dipergunakan secara massal atau tidak,” kata Bambang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: