Indonesia Beli Pesawat C295 dari Airbus Military

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan pihak Airbus Military menandatangani kontrak senilai 325 juta dolar AS untuk pembelian sembilan pesawat angkut C-295. Pesawat-pesawat itu akan digunakan untuk tujuan pertahanan, logistik, dan kemanusiaan.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur PT Dirgantara Indonesia (DI) dengan President and CEO Airbus Military pada acara "Singapore Air Show", dan selanjutnya pesawat akan dinamakan CN 295 oleh pihak Indonesia, disaksikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, dan sejumlah angggota Komisi I di ajang "Singapore Airshow", Rabu.

Pesawat pertama akan dikirim ke Indonesia tahun ini. Sisanya dijadwalkan akan dikirim hingga tahun 2014. "Ini momen yang membanggakan bagi negara kami serta bagi industri kedirgantaraan Indonesia," kata Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro, saat penandatanganan kesepakatan itu di Singapore Airshow.

"(Pesawat) C-295 menyediakan kapasitas ideal untuk memenuhi kebutuhan pesawat angkut militer dan kemanusian di Indonesia saat ini dan masa depan," tambah Purnomo.

Pesawat C-295 yang dibeli itu merupakan pesawat angkut menengah yang dapat dikonfigurasi bagi sejumlah tujuan operasional yang berbeda seperti pengawasan permukaan, perang anti-kapal selam, operasi pencarian dan penyelamatan.

Pesawat-pesawat tersebut akan digunakan untuk "berbagai peran termasuk militer, logistik, misi kemanusiaan dan evakuasi medis," demikian menurut sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita AFP.

Purnomo tidak menutup kemungkinan akan adanya pembelian pesawat C-295 tambahan. Ia mengatakan unit-unit lain dalam militer Indonesia tertarik pada pesawat tersebut. "Pihak kepolisian misalnya ... juga tertarik dalam hal ini. Dan Anda tahu, versi C-295 yang kami pesan sekarang untuk Angkatan Udara, dan mungkin Angkatan Darat juga tertarik," katanya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Indonesia menyatakan kesepakatan itu mencakup sebuah kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI), sebuah BUMN penerbangan, dan Airbus Military.

Dalam kerja sama itu, Indonesia, dalam hal ini PT DI, membuat komponen untuk C-295. Kemitraan itu akan memungkinkan PT DI "mengembangkan bisnis kedirgantaraannya," kata Chief Executive PTDI, Budi Santoso.

"Hal ini akan menempatkan PTDI di panggung kedirgantaraan global dan memungkinkan kami meningkatkan keterampilan dan tenaga kerja," ujar Budi.

Ia mengemukakan kontrak tersebut dibangun atas dasar hubungan kerja sama yang baik antara Airbus Military dengan Industri Penerbangan Indonesia. Kerja sama tersebut akan memberikan kemampuan yang tepat bagi Indonesia di masa mendatang dan memberikan kesempatan kepada PT DI untuk menumbuhkan bisnis industri penerbangannya sebagai penyedia tingkat pertama.

Hal itu akan menempatkan PT DI di peta industri penerbangan global dan memberi kesempatan kepada Industri penerbangan Indonesia untuk mengembangkan kemampuan tenaga kerja.

Tahun 2011, total anggaran Pertahanan Indonesia sebesar 6,39 miliar dolar AS. Dengan jumlah itu, Indonesia menempati di peringkat kedua di Asia Tenggara, di belakang Singapura, dalam hal besaran anggaran pertahanan. (tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.