Indonesia dan Austria pererat kerja sama vokasi dan pemagangan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempererat kerja sama dengan Austria dalam bidang pelatihan vokasi, penyelenggaraan pemagangan dan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) terampil ke negara tersebut.

Dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker Jakarta, Kamis, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan kerja sama itu diresmikan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kerja Sama Pelatihan Berbasis Kerja dengan Kementerian Federal Tenaga Kerja dan Ekonomi Austria pada hari ini.

"Penandatanganan yang baru kita saksikan ini adalah tindak lanjut pertemuan sebelumnya di Austria pada Juli 2022. MoU ini merupakan payung bagi pengembangan kerja sama bidang ketenagakerjaan," kata Menaker Ida usai menandatangani MoU dengan Menteri Federal Tenaga Kerja dan Ekonomi Austria Martin Kocher.

Kerja sama itu meliput bidang pelatihan vokasi, penyelenggaraan pemagangan di Austria dan inisiasi kerangka kerja penempatan PMI terampil dan profesional ke negara itu.

Baca juga: Kemnaker gencarkan penyelenggaraan bursa kerja pada 2023

Baca juga: Kemnaker tawarkan program tenaga kerja mandiri di Kota Jambi

Selain MoU antara kedua menteri, Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (Binalavotas) juga menandatangani MoU Pemangangan ke Austria.

Dalam pelaksanaannya, Indonesia akan mengirim sejumlah peserta magang setiap tahun untuk melaksanakan pemagangan di Austria.

Sektor yang menjadi tujuan pemagangan adalah teknologi informasi, hotel/restoran, pertukangan, pengelasan, kelistrikan, mesin industri, garmen, bisnis dan manajemen, industri kreatif, pengolahan dan pertanian.

Indonesia dan Austria sebelumnya telah bekerja sama untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja di sektor maritim lewat BLK Maritim yang diselenggarakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) di Medan, Serang dan Makassar.

"Terkait dengan perluasan kesempatan kerja di Austria ini merupakan kesempatan yang baik bagi angkatan kerja Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bersama Austria sedang menghadapi aging population sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja muda dan produktif," ujar Ida.

Sementara itu, Indonesia mengalami bonus demografi di mana terjadi kondisi melimpahnya angkatan kerja muda.

"Di sana sedang membutuhkan, di sini kami membutuhkan untuk penempatan," demikian Ida Fauziyah.

Dia berharap MoU itu menjadi momentum kedua negara untuk mengembangkan kerja sama saling menguntungkan dalam hal perluasan kesempatan kerja.

Baca juga: Kemnaker targetkan 125 ribu penerima manfaat terima TKM Pemula

Baca juga: Kemnaker gelar Festival Pelatihan Vokasi dorong sosialisasi vokasi