Indonesia Diharap Jadi Negara Entrepeuner di 2015

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Kordinator Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko) berharap agar indonesia bisa menjadi negara entrepreneur di 2025. Ditargetkan jumlah wirausahawan indonesia bisa mencapai dua persen dari populasi penduduk indonesia.

Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Kemenko, Edy Putra Irawady, yang datang menggantikan Hatta Rajasa, berkata sejauh ini jumlah wirausahawan indonesia masih mencapai 700.000 wirausahawan yang jauh dari syarat minimal jumlah wirausahawan yang seharusnya mencapai 2 persen dari populasi.

Alhasil, jumlah ini masih jauh dari jumlah ideal wirausahawan di indonesia yang seharusnya mencapai 4 juta.

Ia mengatakan target ini harus dicapai untuk memenuhi target pendapatan pemerintah indonesia untuk pendapatan per kapita sebesar 13.000 -16.000 dollar AS. Dengan jumlah PDB mencapai 3,8-4,5 Triliun Dollar AS  di 2025.

"Untuk mencapai hal ini kita memang harus mendukung peningkatan wirausahawan dan salah satunya dengan memperbanyak acara wirausaha seperti KOMPEK inilah," katanya di sela pembukaan kompetisi Kompetisi Ekonomi (KOMPEK) ke 15 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di Jakarta (18/2/2013).

Edy menambahkan wirausahawan akan menghasilkan stimulus bagi perekonomian indonesia. Program milik pemerintah seperti MP3EI pun tidak akan berjalan dengan tidak adanya para wirausaha yang memiliki inovasi dalam jumlah yang besar.

Namun pemerintah tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia. Hal ini karena secara pertumbuhan PDB, indonesia menunjukan perbaikan dari tahun ke tahun setelah sempat minus 13,1 persen di 1998, naik menjadi 5 persen di 2004 lalu naik menjadi 6,23 persen di 2012.

Pendapatan per kapita juga kian meningkat dari 481,9 Dollar AS per kapita di 1998 menjadi 1187,7 dollar AS, di 2004 dan mencapai 3.850 Dollar AS di 2012.

"Target ini bisa menaik lagi karena dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 kita targetkan pertumbuhan sevesar 7-7,7 persen dengan Pendapatan per kapita 4800-5000 Dollar AS, kemiskinan berkurang menjadi 8-10 persen, pengangguran sebesar 5-6 persen, inflasi berada diangka  4-6 persen, dan pertumbuhan wirausahawan akan memberikan stimulus bagi kita," katanya.  

Baca juga:

  • Cagub Jabar Harus Kembangkan Wisata
  • Turnamen Golf Kadin Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri
  • Wanita dan Inovasi Tanpa Batas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...