Indonesia Diintai Wabah Jamur Hitam Mirip di India, Ini Kata Pakar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Lonjakan kasus mukormikosis sebanyak lebih dari 9.000 kasus telah dilaporkan di India pada bulan Mei 2021. Mukormikosis dapat ditemukan di seluruh dunia, tetapi kasus yang terbanyak dilaporkan di India. Bagaimana dengan di Indonesia?

Pada banyak headline di media, tertulis bahwa infeksi jamur yang disebutkan kerap memakai istilah jamur hitam atau black fungus.Istilah ‘black fungus’ dikaitkan dengan mukormikosis, yaitu infeksi jamur yang disebabkan Mucormycetes, namun bukanlah kelompok jamur hitam (Dematiaceae) walaupun jamur ini menyebabkan kelainan jaringan berwarna kehitaman.

"Jamur hitam itu bukan penyebab mukormikosis. Agar lebih jelas, sebutkan saja bahwa jamur ini yang menyebabkan kelainan berwarna hitam di tubuh," ujar Ahli penyakit infeksi, dr Anna Rozaliyani, MBiomed, SpP(K), dalam acara virtual bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Kamis 3 Juni 2021.

Prevalensi tahunan dilaporkan sebesar 10.000 kasus dan jumlah kasus total diperkirakan 171.504. Lantas, bagaimana kasusnya di Indonesia?

Beberapa kasus mukormikosis di Indonesia telah dilaporkan sebelum pandemi COVID-19. Meskipun jumlahnya tidak banyak, tetapi angka kematian dan kesakitannya tinggi.

Semasa pandemi juga telah ditemukan beberapa kasus yang diduga mukormikosis, hanya saja pembuktian diagnosis terkendala terbatasnya fasilitas pemeriksaan yang memadai.

"Semasa pandemi belum menemukan bukti pasti. Hanya ada beberapa dugaan karena terkendala fasilitas diagnosis yang memadai di Indonesia," ujar dosen dari Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Lebih lanjut, dr Anna menekankan bahwa saat ini dua laboratorium rujukan yang ditunjuk pemerintah sebagai tempat diagnosis mukormikosis, yakni di FKUI dan RS Persahabatan.

Menurut Anna, bukan tak mungkin wabah mukormosis yang ada di India bisa terjadi di Indonesia apabila tak waspada dan melakukan pencegahan dini.

Salah satu cara mencegahnya adalah dengan mengenali gejala lebih awal, seperti demam, hidung tersumbat, dan paling utama adalah munculnya kematian jaringan yang membuat area tubuh berubah menjadi warna hitam. Baik pasien COVID-19 maupun penyintas COVID-19 yang memiliki daya tahan tubuh rendah, rentan terjangkit infeksi ini.

"Di satu sisi bersyukur juga ya laporan kasus di Indonesia belum banyak terungkap. Mudah-mudahan itu bukan fenomena gunung es," tuturnya.