Indonesia Diminta Kaji Bea Ekspor Impor Pangan

  • IPW Temukan Kejanggalan Akuisisi BTN oleh Mandiri

    Antara

    Jakarta (Antara) - Indonesia Property Watch menemukan kejanggalan rencana akuisisi atau mengalihkan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) oleh pemerintah kepada PT Bank Mandiri TBK. "Banyak kejanggalan, pertama, sebelum ada rencana akuisisi ini, `fit and proper test` (uji kelayakan dan kepatutan) ini masih belum matang, tiba-tiba penggantinya ada dan ada surat dari Kementerian BUMN," kata DIrektur Eksekutif IPW Ali Tranghanda dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin. ... …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) meminta Indonesia mempertimbangkan kembali soal kebijakan pembatasan impor produk pertanian. Salah satunya dengan cara melakukan reformasi pajak ekspor dan impor produk pertanian. Langkah itu dinilai akan mendorong investasi di sektor tersebut dan memperbaiki ketahanan pangan nasional. 

Direktur Bidang Perdagangan dan Pertanian OECD, Ken Ash, mengatakan pertanian menyumbang sekitar 15 persen terhadap produk domestik bruto Indonesia. Sektor itu juga telah mempekerjakan sekitar 42 juta orang dari total populasi sekitar 240 juta jiwa.

Menurut dia, pembatasan impor akan mengurangi daya saing sektor pertanian, membatasi produktivitas dan pertumbuhan. Selain itu juga meningkatkan biaya pangan bagi rakyat miskin.

»Jika tujuannya adalah untuk memperbaiki akses rakyat Indonesia terhadap pangan, maka seharusnya pemerintah Indonesia tidak berpikir membuat kebijakan yang bisa mengakibatkan kenaikan harga pangan,” ujarnya seperti dilansir Reuters, 10 Oktober 2012.

Indonesia menetapkan batas impor dan tarif pada beberapa item produk pangan seperti gula, gandum, beras, dan kedelai. Pembatasan itu sering kontraproduktif ketika harga pangan global sedang meroket.

Pekan lalu, asosiasi industri gandum di Indonesia meminta pemerintah untuk menetapkan tarif impor sebesar 20 persen pada produk gandum untuk melindungi industri penggilingan gandum dalam negeri.

Meskipun memiliki status sebagai importir gula terbesar di dunia, namun Indonesia memperketat impor gula untuk melindungi petani lokal dan membantu pabrik penggilingan tebu dalam negeri.

Pajak ekspor produk pertanian juga berdampak pada para produsen lokal. Sehingga sektor pertanian menjadi tidak ramah bagi investor.

Indonesia masuk dalam 10 besar produsen pertanian terbesar di dunia, produsen terbesar minyak sawit dan produsen terbesar ketiga kakao. Namun Indonesia telah memberlakukan pajak ekspor minyak sawit dan kakao untuk memastikan pasokan domestik, mendorong pendapatan dan mendukung industri pengolahan di dalam negeri.

»Dengan melakukan itu maka ada kekecewaan yang dialami oleh para petani di Indonesia,” tambah Ash. 

Guna meningkatkan investasi di sektor pertanian, kata dia, Indonesia harus mengurangi pajak ekspor, menegakkan hukum kehutanan, dan memperbaiki infrastruktur. Selain Indonesia juga harus mempermudah akses kredit, isu kepemilikan lahan dan meningkatkan pendanaan pada riset pertanian.

OECD juga menyarankan Indonesia untuk mengganti biaya subsidi pupuk dengan skema voucher, memperbaiki pasokan air, dan menawarkan pendidikan dan bantuan bagi para petani agar mereka tidak meninggalkan sektor ini.

OECD menambahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan melampaui 6 persen namun sekitar separuh jumlah penduduk masih hidup dengan pendapatan di bawah US$ 2 per hari.

Lonjakan harga pangan global seperti harga kedelai dan jagung tahun ini sangat berdampak kepada masyarakat miskin di pedesaan. OECD menyarankan Indonesia untuk meningkatkan peranan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) agar tidak hanya mengurusi beras, namun juga mengembangkan cadangan pangan lebih besar.

REUTERS | ABDUL MALIK

Berita Terpopuler:

Kasus Novel Baswedan Ditengarai Janggal

2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur 

Gaji Menteri Tak Cukupi Kebutuhan Siti Fadilah 

Seberapa Sering Idealnya Suami Istri Bercinta? 

Kata Siti Fadilah Soal Uang ke Cici Tegal 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...