Indonesia Dinilai Bisa Bertahan di Tengah Lonjakan Inflasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota DPR RI Komisi XI, Muhammad Misbakhun menyebut inflasi menjadi ancaman yang paling serius. Walaupun begitu, patut disyukuri Indonesia mampu mempunyai daya tahan yang memadai dan bisa menjadi bantalan yang kita dalam menghadapi situasi yang memang penuh dengan ketidakpastian.

Misbakhun menjelaskan dalam nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2023 bahwa pemerintah melakukan upaya-upaya antisipasi ekonomi global yang menghadapi ancaman stagflasi.

"Stagflasi adalah fase berikutnya setelah inflasi tinggi, begitu inflasi tinggi terjadi penurunan terhadap daya beli. Pemerintah ingin RAPBN 2023 ada upaya program dalam upaya meningkatkan produktivitas," ujar Misbakhun, Jakarta, Rabu (21/9).

Pemerintah berharap dengan adanya windfall dari produk mineral Indonesia serta hilirisasi sektor tambang dan perkebunan dapat memberikan windfall terhadap cadangan devisa dan penerimaan perpajakan.

"Ini adalah upaya pemerintah yang sungguh-sungguh bagaimana APBN menjadi absorber sebagai peredam kecut terhadap situasi-situasi yang penuh dengan ketidakpastian yang datangnya dari situasi ekonomi global, dan kita bersyukur indonesia saat ini sedikit negara yang mampu bertahan dari gempuran dari situasi yang sangat berat dari eko global karena adanya windfall penerimaan yang luar biasa dari sumber daya alam kita," jelas dia.

Misbakhun mengatakan pemerintah yang melakukan upaya bagaimana daya beli masyarakat tetap tahan yang itu melakukan upaya yang serius dalam bentuk belanja, dalam bentuk subsidi dan kompensasi, arah pemerintah bagaimana tetap tumbuh tapi kita juga kemudian ruang fiskal yang memadai.

"Kebijakan subsidi ini luar biasa dilakukan pemerintah bagaimana daya beli masyarakat tetap bertahan karena kalau kita perhatikan krisis global salah satu disebabkan oleh pasokan energi yang mengalami hambatan," kata Misbakhun.

Dia memastikan dengan adanya peran Rusia dan Ukraina, hingga situasi perang dagang antara China dan Amerika Serikat bisa dipastikan situasi ini akan memakan waktu yang cukup panjang. "Ini yang harus diantisipasi oleh pemerintah dalam bentuk pemberian subsidi supaya rumah eko kita menjadi lebih berkualitas dan tidak digerus oleh kondisi inflasi, yang menggerus kualitas pertumbuhan," tandasnya. [azz]