Indonesia Diprediksi Jadi Kontributor Utama E-Commerce Asia Pasifik

Merdeka.com - Merdeka.com - Analisis dari RedSeer memprediksi bahwa Indonesia akan menjadi kontributor pertumbuhan utama pasar e-commerce di Asia Pasifik yang mencapai USD 137,5 miliar pada 2025. Dengan estimasi tersebut, Indonesia berkontribusi sebanyak 59 persen dari total nilai transaksi Asia Pasifik sebesar USD 231 miliar.

Maraknya transaksi jual-beli online berbanding lurus dengan kebutuhan logistik dan fulfillment center. Terutama bagi para pelaku usaha yang menginginkan ongkos kirim lebih murah serta berjualan tanpa perlu memikirkan stok barang.

Ekosistem pergudangan modern milik PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) juga merasakan dampak terus tumbuhnya pasar e-commerce. KIOS terus tumbuh sepanjang tahun 2022. Terbaru, emiten teknologi online-to-offline tersebut meluncurkan layanan sameday delivery yang menjangkau 25 kota di seluruh Indonesia.

Langkah ini diambil usai KIOS menggaet 350 brand usaha kecil dan menengah (UKM) ke dalam ekosistemnya. Beberapa brand yang bergabung seperti Gamal Men, Dew It Skin, Edifier, Moft, ARBIT, Rise & Shine by Raisa, Herbami by DJ Katy, Vinyx, Toffin, Forge Active Wear, dan banyak lainnya Kehadiran layanan itu tentunya akan semakin mempermudah alur distribusi barang.

"Barang dapat bergerak lebih cepat dan lebih dekat kepada konsumen, ongkos kirimnya pun bisa ditekan agar lebih murah," ungkap CEOKIOS, Andrew di Jakarta, Selasa (2/8).

Berbagai ekspansi bisnis yang dilakukan Kioson tidak lepas dari tingginya potensi perdagangan online di Indonesia, bahkan Asia. Andrew menambahkan, pihaknya kian gencar menambah Gudang Pintar di sejumlah daerah lagi.

"Kami terus berkomitmen untuk menambah gudang di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Batu Retno Wonogiri, Juwiring Klaten, dan Gemolong Sragen. Sampai Maret 2022, KIOS telah memiliki 145 gudang dengan 92.789 mitra warung UMKM dan akan terus diperluas oleh perseroan," paparnya.

Kinerja Keuangan

Berkat strategi yang dijalankan selama ini, Kioson sukses membalikkan kinerja keuangan. Mengutip laporan keuangan konsolidasi perusahaan untuk tahun 2021, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,5 miliar, setelah mengalami kerugian pada tahun sebelumnya sebesar Rp41,9 miliar.

Laba kotor naik 124 persen menjadi Rp15,3 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020.

Demi mempermudah upaya menambah gudang, Kioson tengah menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue.

Perseroan menerbitkan sebanyak-banyaknya 358,61 juta saham baru senilai harga nominal Rp100 per lembar. Adapun harga pelaksanaan right issue ini dibanderol Rp300 per lembar.

"Kalau sesuai target right issue di Rp107,58 miliar untuk penambahan gudang. Maunya kita di 2022 kita bisa memiliki 1.000 gudang," pungkas Andrew.

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel