Indonesia dorong kolaborasi ASEAN percepat transformasi digital

Suryanto
·Bacaan 2 menit

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menekankan perlunya kerja sama antara negara anggota ASEAN dan negara lain untuk mempercepat transformasi digital dan memulihkan ekonomi saat pandemi COVID-19.

"Kami percaya semangat kolaborasi di ASEAN harus fokus untuk mengatasi pandemi. Manfaat digitalisasi juga harus dimaksimalkan untuk mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Upaya harus dilakukan untuk membantu yang paling rentan dan memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal," kata Johnny saat pertemuan virtual 1st ASEAN Digital Minister's Meeting (ADGMIN), dikutip dari siaran pers, Sabtu.

Johnny pada forum tersebut menekankan pentingnya aspek keamanan dan kedaulatan data, tata kelola data (data governance), serta kerja sama dan diskusi terkait pertukaran data lintas batas negara (cross border data flow) yang memenuhi prinsip reciprocity, lawfulness, fairness, dan transparency (timbal balik, absah, adil, dan transparan).

Baca juga: Pertemuan menteri luncurkan ASEAN Digital Masterplan 2025

Rangkaian pertemuan yang berlangsung pada 18 hingga 22 Januari ini antara lain untuk meluncurkan ASEAN Digital Masterplan 2025 (ADM 2025) dan Deklarasi Putrajaya.

ADM 2025 merupakan visi ASEAN untuk mewujudkan ekonomi dan masyarakat digital, yang perlu ditunjang dengan pemerataan konektivitas di seluruh ASEAN, regulasi yang mendukung inovasi dan pengembangan layanan e-government dan literasi serta keterampilan digital yang memadai.

Negara anggota ASEAN menyepakati delapan sasaran pengembangan sektor digital untuk diterapkan hingga 2025, yaitu langkah-langkah perwujudan ADM 2025 diprioritaskan untuk pemulihan negara ASEAN dari pandemi; peningkatan kualitas dan jangkauan infrastruktur fixed dan mobile broadband; dan penyediaan layanan digital yang aman dengan pencegahan kerugian masyarakat.

Baca juga: Menkominfo RI dan Singapura bahas kerjasama bidang TI

ADM 2025 juga memuat tentang pasar yang kompetitif dan berkelanjutan yang mendukung penyediaan layanan digital; peningkatan kualitas dan penggunaan layanan e-government; penyediaan layanan digital untuk menghubungkan bisnis dan memfasilitasi perdagangan lintas negara; peningkatan kapabilitas untuk bisnis dan masyarakat demi mendorong partisipasi di ekonomi digital; dan masyarakat digital yang inklusif di ASEAN.

Sementara Deklarasi Putrajaya berisi enam komitmen negara anggota ASEAN untuk mendorong penerapan ADM 2025 dan adopsi Pedoman Implementasi ASEAN Data Management Framework (ADMF) dan ASEAN Model Contractual Clauses for Cross Border Data Flows (AMCC).

Kominfo menyatakan semangat yang terkandung di ADM 2025 sejalan dengan agenda transformasi digital Indonesia 2021-2024.

Baca juga: ASEAN terus lakukan transformasi perdagangan digital

Baca juga: Pandemi bisa jadi katalis digitalisasi kewirausahaan perempuan ASEAN