Indonesia Ekspor Pesawat Lagi, Kali Ini CN235-220 ke Senegal

Bayu Nugraha, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVAIndonesia kembali berhasil mengekspor pesawat. Kali ini, pesawat yang diekspor adalah pesawat terbang CN235-220 Maritime Patrol Aircraft melalui PT Dirgantara Indonesia (PT DI) ke salah satu negara Afrika, yakni Senegal.

Ekspor pesawat ini didukung dengan pembiayaan skema national interest account dengan total keseluruhan sebesar Rp354 Miliar oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau juga dikenal sebagai Indonesia Eximbank.

"Dukungan ke PT DI ini sebetulnya sudah kedua proyek negara. Kemarin CN235 ke Nepal yang hari ini merupakan penugasan ke kami dalam bentuk national interest account," kata Direktur Pelaksana I LPEI Dikdik Yustandi di acara Ferry Flight CN235-220, Jumat, 19 Maret 2021.

Penggunaan skema ini merupakan penugasan khusus untuk penyediaan pembiayaan ekspor pesawat udara dengan penetrasi pasar Afrika dan Asia Selatan. Dengan demikian, ini ekspor pesawat kedua setelah sebelumnya diekspor ke Nepal.

Selain memperluas pangsa pasar internasional, aktivitas ekspor ini juga dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Di samping juga menurut Didik dapat memperkuat rasa kebanggaan nasional dalam memperkuat industri pesawat terbang.

"Ini tentu kebanggaan Indonesia. Hari ini bukti nyata bahwa Indonesia mampu ekspor pesawat kepada negara-negara yang memang membutuhkan dan kami akan terus support," tegas Dikdik.

Pesawat jenis CN-235-220 buatan PT Dirgantara Indonesia sebelumnya resmi terbang di langit Himalaya, Nepal, pada 19 November 2019. Penerbangan resmi dilakukan setelah dilakukannya Final Acceptance Flight (FAF) dari pemerintah RI kepada Angkatan Darat (AD) Nepal.

Ini adalah kali pertama bagi PT Dirgantara Indonesia mengekspor pesawat ke Nepal, setelah penandatanganan kontrak pengadaan satu unit pesawat military transport tersebut pada 16 Juni 2017.

"Ekspor pesawat CN-235-220 ke Nepal ini diharapkan terus berlanjut. Keberhasilan ekspor pesawat ini menjadi bukti bahwa potensi pasar nontradisional Nepal, khususnya untuk industri strategis Indonesia, sangat besar," kata Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal, Rina P Soemarno kala itu.

Pesawat CN-235-220 yang akan digunakan oleh Angkatan Darat Nepal ini sangat istimewa karena memiliki lima konfigurasi yang dapat diubah dalam waktu singkat.

Konfigurasi tersebut di antaranya untuk pengangkutan pasukan penerjun payung, konfigurasi untuk VIP, konfigurasi untuk evakuasi medis, pesawat penumpang dan kargo. Pesawat tersebut juga cocok digunakan di Nepal yang memiliki kontur geografi pegunungan.

Baca juga: OPM Sandera Pilot dan 3 Penumpang Pesawat Susi Air di Puncak Papua