Indonesia Gandeng Belanda Bangun Kota Tangguh Bencana

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengharapkan, teknologi dan pengalaman Belanda bisa membantu Indonesia dalam mengembangkan kota tangguh bencana dan mengelola sumber daya air secara terpadu dan cerdas. Menteri Basuki mengatakan, dia dan Menteri Infrastruktur dan Sumber Daya Air Kerajaan Belanda Mark Harbers telah menekan nota kesepahaman untuk kerja sama sumber daya air tahap 5.

"Saya menantikan kehadiran teknologi dan pengalaman Belanda untuk pengembangan kota tangguh bencana, pengelolaan air terpadu dan cerdas (integrated smart water management), tata kelola air dan pembangunan dataran rendah, (low land development)," kata Menteri Basuki seperti dikutip dari Antara, Sabtu (4/6).

Kerja sama Indonesia dengan Belanda di bidang sumber daya air, kata Menteri Basuki, telah berjalan sejak 2000 dan terus berjalan semakin kuat untuk mendukung pengelolaan sumber daya air sebagai prioritas yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menteri Basuki juga mengundang Harbers untuk hadir pada World Water Forum (WWF) 2024 di Bali. WWF atau Forum Air Dunia yang mengusung tema "Water for Shared Prosperity" menjadi momentum yang tepat untuk mengakselerasi pencapaian Sasaran Pembangunan Berkelanjutan di bidang keairan, serta untuk menjawab berbagai tantangan terkait ketahanan pangan termasuk pemanfaatan lahan rawa di luar pulau Jawa, ketahanan energi, dan ketahanan iklim.

Instruktur Pendidikan dari Belanda

dari belanda
dari belanda.jpg

Dia juga mengharapkan dukungan Belanda untuk menyediakan instruktur pendidikan vokasional di Politeknik Pekerjaan Umum di Semarang. "Saya ingin para pelajar dapat menguasai keahlian spesifik yang bersifat praktikal dan siap memasuki dunia kerja," kata Menteri Basuki.

"Kami sangat senang MoU Indonesia dan Belanda di bidang sumber daya air akhirnya bisa ditandatangani karena sudah lama kita tunggu dan belum bisa direalisasikan karena pandemi COVID-19. Saya yakin ini bisa lebih memperkuat dan mempererat kerjasama Indonesia dan Belanda," Menteri Basuki menambahkan.

Sebelum bertemu dengan Harbers, Menteri Basuki juga melakukan pertemuan dengan CEO Global Center of Adaptation (GCA) Patrick Verkooijen. Pada pertemuan ini, Basuki mengundang tim advance GCA untuk datang ke Indonesia pada akhir Juni 2022 guna membahas rencana program aksi konkrit dengan tim Kementerian PUPR.

"Kami akan usulkan kepada Presiden RI untuk masuk dalam salah satu agenda G20 di Bali, di mana faktor adaptasi terhadap perubahan iklim adalah sentral dalam setiap penetapan kebijakan dan program pembangunan sehingga memiliki nilai dan dampak nyata bagi ekonomi," kata Menteri Basuki.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Mayerfas, Inspektur Jenderal PUPR T Iskandar, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja dan Pakar Tata Air Arie Setiadi Moerwanto. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel