Indonesia Impact Fund danai startup biotechnology Greenhope

Indonesia Impact Fund yang dikelola oleh Mandiri Manajemen Investasi dengan Mandiri Capital Indonesia sebagai investment advisor resmi mendanai perusahaan rintisan atau startup biotechnology Greenhope senilai 500 ribu dolar AS.

Pendanaan oleh Indonesia Impact Fund yang ditunjuk langsung oleh APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia tersebut bertujuan untuk mendukung startup yang bergerak di bidang sustainability.

“Indonesia Impact Fund memiliki mandate investasi untuk mendukung pertumbuhan startup Indonesia yang bergerak di bidang sustainability,” kata Chairman ABAC Indonesia Anindya Bakrie dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Startup kuliner Mangkokku raih pendanaan Seri A Rp101 miliar

Anin menuturkan ABAC Indonesia menunjuk Group dari PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) selaku fund manager dari Indonesia Impact Fund yaitu Mandiri Investment Management Singapore Pte. Ltd (MIMS) yang berkedudukan di Singapura. ABAC Indonesia juga ingin menjaring dana dari investor asing untuk turut berinvestasi di Indonesia Impact Fund (IIF).

“Ini adalah investasi kedua (second close) setelah sebelumnya juga berinvestasi di Cakap,salah satu platform edukasi teknologi Indonesia dengan jumlah yang sama pada Maret 22 lalu,” ucapnya.

Greenhope merupakan sebuah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang biotechnology yang memproduksi biodegradable-bioplastic dengan memanfaatkan ketela pohon atau singkong.

untuk memantau pengelolaan perusahaan rintisan dalam pemanfaatan dana, agar sesuai dengan target pembangunan berkelanjutan/ SDG, ABAC Indonesia juga menunjuk UNDP sebagai advisor.

Anin menjelaskan bahwa IIF merupakan dana kelolaan social impact swasta pertama di Indonesia yang berinvestasi ke perusahaan rintisan.

Program tersebut juga untuk mempercepat tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia yang fokus pada pengentasan kemiskinan, layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, sistem pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses, peningkatan partisipasi perempuan, pembangunan lingkungan dan kota yang berkelanjutan, serta kepedulian terhadap perubahan iklim.

Baca juga: Startup Dagangan raih pendanaan Pra-Seri B Rp95 M

Visi IIF sebagai wadah untuk meningkatkan awareness dan memberi dukungan kepada anak muda Indonesia untuk berkontribusi melalui pengembangan startup yang peduli terhadap bidang sosial dan lingkungan.

Total dana kelolaan Indonesia Impact Fund ditargetkan untuk mencapai 5 juta dolar AS dalam dua tahun mendatang yang didukung oleh baik investor asing dan lokal.

Inisiatif tersebut juga didukung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, serta anggota ABAC Indonesia Shinta Kamdani dan John Riady. Selain itu, beberapa investor yang termasuk di dalam Indonesia Impact Fund adalah generasi ketiga pebisnis Indonesia yaitu Michael Sampoerna, Anderson Tanoto, Jonathan Thahir, Alvin Sariaatmadja, Agus Pangestu dan Arif Rachmat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel