Indonesia Jadi Presidensi G20, Dunia Usaha Diminta Ambil Peluang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Indonesia disebut bisa memanfaatkan momen menjadi Presidensi G20, untuk lebih mendorong dunia usaha khususnya dalam digitalisasi ekonomi. Mengingat selama pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, digitalisasi ekonomi menjadi sebuah tren baru.

Seiring hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengungkapkan bahwa Indonesia akan ikut serta mendorong perkembangan ekonomi digital dalam skala global.

“Digital ekonomi di Indonesia dari size-nya adalah salah satu yang terbesar, di Asia Tenggara kita juga salah satu terbesar. Dari segi daya saing, jelas kita sudah menghasilkan beberapa Unicorn. Inilah daya saing yang akan kita dorong dan kita juga harapkan untuk dunia usaha bisa manfaatkan,” jelas dia seperti dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Rabu (3/11/2021).

Dalam Presidensi G20, kata Kepala BKF, dunia usaha Indonesia seharusnya bisa melihat peluang tersebut. Sebab, ekonomi digital menjadi bagian dari efisiensi dan percepatan dari pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut Kepala BKF menuturkan, “Sebagai leader, kita akan memanfaatkan peluang-peluang yang memang akan cukup terbuka luas bagi perekonomian Indonesia untuk berfungsi dan berperan cukup besar dalam mengembangkan ekonomi digital dengan potensi kita sendiri, dengan pasar yang sangat besar.”

Perkembangan digitalisasi perekonomian Indonesia yang terjadi begitu cepat selama dua tahun terakhir ini akibat pandemi Covid-19, Indonesia tentunya juga ingin menjadi bagian dari yang menciptakan tatanan tersebut.

“Kita tahu bahwa persaingan ini akan makin kuat. Tetapi justru persaingan ke arah digitalisasi ini yang harus kita tidak mau ketinggalan. Dan dalam konteks ini, kita mau juga menjadi bagian dari yang menciptakan tatanan tersebut,” jelas Kepala BKF.

Akan Dimanfaatkan Sebaik-baiknya

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu di sela acara KTT G20 di Italia. (Foto: Sekretariat Presiden)
Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu di sela acara KTT G20 di Italia. (Foto: Sekretariat Presiden)

Seiring hal tersebut, Kepala BKF memastikan bahwa mandat sebagai Presidensi G20 yang diberikan kepada Indonesia akan dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, juga memastikan seluruh agenda penting bagi banyak negara di dunia ter-deliver dengan baik.

“Masalah kesehatannya, vaksinasinya, perpajakannya, keadilan dan sebagainya itu harus kita pimpin dan ini supaya menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang menguntungkan perekonomi dunia,” ujarnya.

Selain untuk mendorong sektor usaha, momen Indonesia menjadi Presidensi G20 juga akan dimanfaatkan untuk kepentingan perekonomian Indonesia. Utamanya peluang di sektor investasi hijau.

“Kita mau memanfaatkan peluang-peluang investasi, terutama investasi hijau yang memang arahnya ke sana karena kita meng-address yang namanya climate change risk. Kita ingin supaya terjadi transisi energi di Indonesia sehingga kita buka peluang-peluang untuk investasi hijau di Indonesia. Kita harapkan dengan menjadi leader di G20 ini akan mengangkat nama Indonesia dan banyak sekali peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman dunia usaha,” jelas Kepala BKF.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel