Indonesia-Jerman Sepakat Investasi 60 Juta Euro

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

London (ANTARA) - Promosi terpadu pariwisata, perdagangan dan investasi Indonesia yang diselenggarakan Perwakilan RI Jerman di Dusseldorf, akhir pekan, berhasil menjembatani rencana kerja sama bisnis antara kalangan pengusaha Indonesia dan Jerman dengan nilai investasi lebih dari 60 juta Euro.

Kegiatan promosi investasi Indonesia di Dusseldorf itu diadakan secara khusus KBRI Berlin, KJRI Frankfurt dan KJRI Hamburg dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman, melalui kerjasama KADIN Dusseldorf dan BKPM, ujar Sekretaris II-Pensosbud, Purno Widodo kepada ANTARA London, Senin.

Dikatakannya komitmen kerjasama bisnis tersebut mencakup antara lain pengelolaan hutan tanaman industri, pengolahan sampah menjadi listrik, pengembangan dan pemasaran enerji surya, pembelian produk perikanan, rotan, kopi, kakao, rempah-rempah, furniture, karet olahan dan nikel, serta kerjasama di bidang teknologi pertanian/perkebunan, dan alat-alat kesehatan.

Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka menindaklanjuti dan mengisi kemitraan komprehensif Indonesia-Jerman khususnya di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan, sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Jakarta yang disepakati kepala pemerintahan kedua negara pada kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Indonesia bulan Juli lalu.

Delegasi RI dipimpin langsung Kepala BKPM dan mengikutsertakan 14 pengusaha Indonesia dari berbagai sektor, tiga Gubernur yaitu Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Gubernur Kepulauan Riau dan Gubernur Kalimantan Barat, perwakilan provinsi Jawa Barat, Papua, Aceh dan Sulawesi Tengah, serta delegasi seni dan budaya Indonesia.


Program promosi tahunan terbesar Perwakilan RI di Jerman ini dikemas dalam tiga acara pokok yaitu Konferensi Ekonomi, Business-to-Business Meeting dan Malam Indonesia-Gala Dinner.

Konferensi Ekonomi menghadirkan pembicara utama Kepala BKPM Dr. Muhamad Chatib Basri, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala BAPPENAS Dr. Lukita Dinarsyah Tuwo dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Sapta Nirwandar yang memaparkan mengenai potensi ekonomi dan proyek-proyek investasi di Indonesia kepada tidak kurang dari 250 peserta yang terdiri dari pelaku bisnis, kalangan pemerintah, akademisi, media, industriawan, dan investor Jerman.

Dubes RI, Dr. Eddy Pratomo mengatakan Indonesia merupakan mitra strategis Jerman dan mendapat perhatian khusus dari para pengusaha dan publik Jerman. Indonesia saat ini dipandang sebagai mitra kerja penting dengan kekuatan pertumbuhan ekonomi yang besar dan hal ini tak luput dari perhatian pebisnis dan pemerintah Jerman, ujar Dubes Pratomo.

Sementara itu Presiden KADIN D sseldorf, Prof. Dr. Ulrich Lehner dan Dirjen Energi dan Industri Kementerian Ekonomi North-Rhein Westphalia Michael Gessner dalam sambutannya menyatakan optimisme terhadap peningkatan kerjasama ekonomi Indonesia-Jerman, dan menilai Indonesia sebagai negara yang penuh potensi.

Untuk itu, KADIN Dusseldorf melalui kerjasama dengan KADIN Bielefeld dan Kln mengorganisir misi bisnis pengusaha Jerman ke Indonesia sebagai tindak lanjut kegiatan di Dusseldorf .

Selain itu Konferensi Ekonomi ini juga menghadirkan Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali Suroso, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis yang memaparkan mengenai potensi ekonomi masing-masing provinsi.

Sedangkan paparan mengenai berbagai peluang emas berbisnis di Indonesia disampaikan secara gamblang oleh Direktur EKONID Jan Roennfeld dan Ketua Komite German, Austria dan Swiss, KADIN Indonesia Dr. Ing Ilham Habibie.

Sementara jaminan di sektor perbankan dan keuangan untuk berinvestasi di Indonesia disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London, Dr. Dian Ediana Rae dan Dr. Michael Bornmann Anggota Dewan Eksekutif KFW-DEG, institusi pendanaan kerjasama pembangunan Jerman yang beroperasi di Indonesia sejak lama, menambah keyakinan pengusaha Jerman untuk menanamkan modalnya di Indonesia.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...