Indonesia katakan telah memutus komplotan yang akan serang markas besar polisi di Jakarta

Jakarta, (Reuters) - Polisi Indonesia mengatakan pada Senin (23/9) bahwa petugas anti-terorisme telah menangkap delapan militan dan menemukan bahan pembuatan bom yang diduga dipersiapkan untuk serangan terhadap markas polisi di Ibu Kota, Jakarta.

Para tersangka adalah anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang diilhami oleh IS, kata jurubicara kepolisian nasional Iqbal Alqudusy dalam sebuah pernyataan.

"Mereka telah menyiapkan semua bahan ... untuk membuat bom dan melakukan serangan terhadap markas besar polisi dan polisi yang bertugas," kata Alqudusy.

Selama beberapa penggerebekan di ibu kota dan sekitarnya, polisi menyita senjata api, serta kompor tekanan tinggi yang akan diisi dengan paku dan baut, serta bubuk peledak tidak stabil yang dikenal sebagai TATP, atau triacetone triperoxide.

Indonesia, yang merupakan negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, sedang bergulat dengan kebangkitan militansi.

Pemerintah berusaha keras untuk memperketat undang-undang anti-terorisme setelah serangkaian pemboman bunuh diri terkait dengan sel JAD menewaskan lebih dari 30 orang di kota Surabaya tahun lalu.

Ratusan orang telah ditahan di bawah undang-undang baru sejak awal 2019.