Indonesia Kebanjiran Imigran Gelap  

TEMPO.CO, Denpasar - Jumlah imigran gelap yang masuk ke Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Fakta itu diungkapkan External Relation UNHCR Indonesia Mitra Salima Suryono di Kuta, Bali, Jumat, 6 Juli 2012.

"Total imigran gelap di Indonesia saat ini mencapai sekitar 5.732 orang,” katanya. Jumlah itu terdiri dari pengungsi dan pencari suaka.

MItra melanjutkan, hampir 20 persen di antaranya ditempatkan di 13 Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Indonesia.

Bertambahnya imigran gelap yang masuk Indonesia, menurut dia, terlihat dari angka kedatangan pada 2008 yang hanya sebanyak 389 orang, kemudian meningkat menjadi 3.230 orang pada 2009 atau melonjak lebih dari 800 persen.

Pada 2010, angka imigran gelap naik lagi menjadi 3.905 orang dan pada 2011 sampai di angka 4.052 orang.

Adapun urutan negara dengan jumlah imigran dan pencari suaka di Asia adalah Pakistan dengan lebih dari 1 juta orang, Iran sekitar 800 ribu orang, Thailand sekitar 100 ribu orang, Malaysia 98 ribu orang, dan Australia sekitar 29 ribu orang.

UNHCR mengaku sudah melakukan pemulangan sukarela pada 2011 sebanyak 139 orang. Sementara jumlah penempatan ke negara ketiga dari 2001-2011 telah mencapai 1.916 orang.

Dilihat dari asalnya, pencari suaka sebagian besar berasal dari Afganistan 59 persen. Disusul Iran 9 persen, Pakistan 6 persen, dan sisanya Irak, Myanmar, Sri Lanka, dan Somalia.

Selain itu, Mitra Salima melanjutkan, sudah tidak ada lagi warga Timor Leste yang berstatus sebagai pengungsi di Indonesia. Alasannya, masalah kewarganegaraan antara Timor Leste dan Indonesia telah dituntaskan. »Mereka yang memilih menjadi warga Indonesia tentu bukan lagi pengungsi,” katanya.

ROFIQI HASAN

Berita terpopuler lainnya:

Pengumuman SNMPTN Dimajukan Menjadi 6 Juli

Setengah Juta Al-Quran Teronggok di Gudang

Proyek Pengadaan Al-Quran Bengkak 44 Kali Lipat

Begini Kronologis Penangkapan Bupati Buol

Direktur Perusahaan Hartati Murdaya Bungkam

Hari Ini, Menteri Agung Laksono akan Diperiksa KPK

 

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.