Indonesia Kekurangan 19.000 Personel Penjaga Lapas

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej mengakui jika Indonesia diperkirakan masih kekurangan sekitar 19.000 personel penjaga di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Hal itu diungkap Eddy sapaan akrab dari Edward Omar ketika melangsungkan kunjungan ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) khusus laki-laki Kelas II Kupang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (2/11).

"Kalau kekurangan personel keamanan bukan hanya di sini (Lapas Kupang), seluruh Indonesia kekurangan personel. Kita ini kekurangan sekitar 19.000," ungkapnya kepada wartawan.

Kebutuhan penjaga lapas didapatkan dengan membandingkan jumlah narapidana yang ada di seluruh Lapas di Indonesia.

"Dengan jumlah narapidana dibandingkan dengan jumlah pengamanan," ujarnya.

Meski mengalami kekurangan, Eddy berharap jika para pengelola lapas tetap bisa bekerja secara optimal untuk melakukan pembinaan maupun pengamanan terhadap warga binaan.

"Tapi yang penting bagaimana jumlah personel, kurang itu bisa melakukan pembinaan secara maksimal," terangnya.

Secara terpisah, Kalapas Kelas II A Kupang, Badaruddin mengakui bahwa kekurangan personel untuk pengamanan di lapasnya masih bisa diatasi dengan baik walau dengan keterbatasan yang ada.

"Oh masih bisa diatasi, kita punta moto keterbatasan bukan batasan untuk melakukan perubahan dan inovasi. dengan keterbatasan pegawai kita masih mampu kok," ujarnya.

Dimana total petugas di Lapas Kelas II A Kupang ini tercatat sebanyak 115 Orang terbagi ke dalam beberapa divisi untuk khusus pengamanan selaku sipir ada sebanyak 55 orang.

"Kita sebenarnya idealnya satu regu 19 atau 20, yang ada di sini baru 12 orang itu dengan P2O (petugas jaga) jadi otomatis yang di dalam hanya delapan orang," tutupnya. [fik]