Indonesia Kirim 3.400 Unit Tabung Oksigen ke India

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan ke India berupa tabung oksigen. Bantuan ini diberikan, saat India sedang menghadapi gelombang besar kedua pandemi COVID-19 yang lebih berat dibandingkan gelombang pertama.

Sejak awal masa pandemi, India telah melaporkan 21,49 juta kasus dan 234.083 kematian, yang menjadikan kasus COVID-19 di sana sebagai peringkat kedua setelah Amerika Serikat. Kini 3,6 juta kasus aktif di India dan sepekan terakhir ada tambahan 1,57 juta kasus baru.

Dengan tekanan penyebaran pandemi COVID-19 yang diiringi munculnya varian yang berasal dari mutasi ganda COVID-19, alat medis, ventilator, dan tabung oksigen untuk pasien di India pun semakin terbatas ketersediaannya.

Melihat kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah Indonesia melalui kerja sama Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) sebagai produsen utama gas oksigen di Indonesia berinisiatif untuk membantu India.

Pada acara Pelepasan Penyaluran Bantuan Tabung Oksigen Dari Pemerintah Indonesia Kepada Pemerintah India di Banten, Senin, 10 Mei 2021, Airlangga mengatakan bantuan yang disalurkan 1.400 unit tabung oksigen pada tahap pertama dari total 3.400 unit.

“Saya menyampaikan apresiasi yang besar kepada Kementerian Perindustrian, PT Samator Group yang merupakan salah satu produsen utama AGII, dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam membantu melancarkan penyaluran bantuan tabung oksigen untuk India,” kata dia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, India merupakan mitra strategis bagi Indonesia, baik dalam hal diplomatik maupun kerja sama ekonomi khususnya di sektor perindustrian dan perdagangan. Karenanya, sudah sewajarnya RI beri bantuan.

“Mitra strategis bagi Indonesia baik dalam hal diplomatik maupun kerja sama ekonomi khususnya di sektor perindustrian dan perdagangan. Sudah sewajarnya jika kita turut membantu saudara-saudara kita di India yang sedang mengalami kesulitan” tutur Agus.

Selain PT Samator, pelaku industri dan asosiasi lain yang turut berpartisipasi, menurut dia, adalah PT Indorama Ventures Indonesia, PT Indo-Rama Synthetics Tbk., PT Asia Pacific Fibers Tbk., PT Indo Bharat Rayon, PT Mutu Gading Tekstil, dan Asosiasi Industri Karpet dan Sajadah.