Indonesia Komitmen Bantu Palestina Rp32,1 Miliar

Fikri Halim, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Dukungan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Palestina akan tetap solid dan tidak berubah. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Maliki.

"Dukungan Indonesia terhadap Palestina akan selalu didasarkan pada Resolusi Dewan Keamanan PBB dan parameter yang disepakati secara internasional, termasuk solusi dua negara," kata Retno dalam keterangan pers virtual dari Laut Mati di Amman, Yordania, Rabu 10 Februari 2021.

Baca juga: Gempa di Laut Bengkulu Picu Tiga Gempa Susulan, Ini Analisis BMKG

Pada kesempatan itu, Menlu Retno kembali menyampaikan dukungannya untuk kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan damai dengan Israel. Ia menegaskan, pembicaraan dan negosiasi harus dilanjutkan lebih cepat, di mana Indonesia akan selalu siap untuk berkontribusi.

Untuk mencapai hal itu, Retno menegaskan salah satu hal penting yang harus diutamakan adalah pentingnya persatuan dan solidaritas Palestina. Menurutnya hal ini penting, terutama jelang rencana pemilihan parlemen dan pemilu Palestina.

Indonesia juga menyampaikan dukungan kepada Palestina, terutama saat terjadi pandemi COVID-19. Sebagai bentuk nyata, Indonesia akan memberikan dukungannya kepada pemerintah Palestina baik secara bilateral maupun multilateral.

"Indonesia berkomitmen memberikan US$2,3 juta (setara Rp32,1 miliar) untuk Palestina melalui berbagai mekanisme secara bilateral maupun melalui UNRWA dan ICRC. Saat ini, pemerintah Indonesia sedang melakukan komunikasi erat dengan otoritas Palestina, UNRWA dan ICRC," ungkap menlu.

Diharapkan, dana bantuan penanggulangan COVID-19 dari Indonesia untuk Palestina bisa dicairkan pada semester pertama tahun 2021 ini.

Selain itu sebagai salah satu ketua bersama dari aliansi vaksin multilateral COVAX AMC EG, pada pertemuan terakhir Retno menyoroti pentingnya memastikan akses dan distribusi vaksin yang adil untuk rakyat Palestina.

"Mari kita terus bekerja sama menjaga kondisi yang kondusif tidak hanya persiapan jelang pemilu, tapi juga negosiasi berikutnya, untuk perdamaian yang adil dan langgeng," papar menlu.