Indonesia-Korea jajaki kerja sama terkait karbon biru

Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Korea menyelenggarakan Seminar Ahli Karbon Biru Korea-Indonesia secara hybrid, untuk menjajaki kerja sama terkait potensi karbon biru yang dimiliki kedua negara.

Seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen antara dua negara (Korea-Indonesia) dalam mengembangkan kegiatan kerja sama Internasional Karbon Biru yang telah disepakati saat Pertemuan Bilateral Indonesia-Korea antara Kemenko Marves dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Korea pada 13 Oktober 2021 lalu.

"Korea-Indonesia Blue Carbon Expert Seminar merupakan perwujudan kegiatan yang disepakati dalam kerja sama Blue Carbon. Pada kesempatan ini, para ahli terbaik dari Korea dan Indonesia berkumpul untuk memetakan dan mendiskusikan apa yang dibutuhkan kedua negara," kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Nani mengatakan Indonesia dan Korea Selatan memiliki hubungan yang kuat, ditunjukkan dengan banyaknya kerja sama yang telah terjalin pada sektor-sektor strategis, salah satunya dalam bidang kelautan.

Saat ini Kemenko Marves dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan telah melakukan beberapa penjajakan kerja sama dalam sektor Karbon Biru, Sampah Laut, dan Budidaya Perikanan.

"Indonesia dan Korea memiliki potensi Karbon Biru yang besar dan kerja sama ini dapat meningkatkan dan memperkuat sumber daya alam yang kita miliki, serta memberikan kontribusi secara global dalam pengurangan emisi," kata Nani.

Sementara itu, Direktur Divisi Ekologi Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Jae-Young Lee berharap Indonesia dan Korea dapat berbagi pengetahuan mengenai karbon biru dan meningkatkan kerjasama lebih lanjut di masa depan.

Kemenko Marves dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea telah mengadakan beberapa pertemuan untuk menindaklanjuti kerja sama dua negara di bidang maritim, dan seminar kali ini merupakan salah satu kegiatan dari adanya kerja sama karbon biru Korea-Indonesia.

Direktur Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) Hansan Park mengatakan saat ini pihaknya telah berusaha untuk mengurangi emisi karbon sebesar 40 persen di tahun 2030.

"Saya berharap agar kerja sama antara kedua negara ini terus berlanjut untuk dapat berperan besar dalam kerja sama berbasis maritim antar kedua negara untuk dapat menyelesaikan masalah iklim global dan dapat mengembangkan kegiatan kerja sama yang lebih spesifik ke depannya," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel