Indonesia-Korsel jalin kerja sama bangun Pusat Data senilai Rp2,3 T

Proyek pembangunan Pusat Data Nasional yang akan dibangun di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, memiliki sistem kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan dengan nilai USD100 juta atau Rp2,3 triliun.

Kerjasama e-government infrastruktur Indonesia dan Korea adalah membangun pusat data atau government data center. Pusat data ini rencananya akan dibiayai oleh pemerintah Korea, yang saat ini dokumen pembiayaannya sedang dibicarakan antara Economic Development Cooperation Fund (EDCF) dan Kementerian Keuangan RI.

"Kita harapkan dapat dilakukan dan diselesaikan segera agar peletakan batu pertama dapat dilakukan," kata Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate di Batam, Jumat.

Menurut Johnny, pembangunan PDN ini guna mempercepat informasi, sinkronisasi data serta guna memastikan akurasi pengambilan keputusan oleh Presiden RI.

Baca juga: Kemenkominfo akan kaji DMA-DSA Uni Eropa untuk regulasi hak penerbit

Baca juga: Kominfo dorong pers jaga soliditas nasional di era demokrasi

Selain itu, ia mengatakan dipilihnya Kota Batam sebagai salah satu lokasi yang dibangunkan PDN karena telah memiliki jaringan fiber optik bawah laut yang dapat terhubung ke Jakarta.

"Jadi Batam kita pilih karena sudah ada jaringan fiber optik ke Jakarta, selain itu juga karena dekat dengan Kalimantan. Jadi nantinya seluruh pusat data nasional seluruh Indonesia dapat terkoneksi," ujar Menteri Kominfo.

Dengan adanya pusat data nasional, Menteri Johnny memperkirakan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 mencapai Rp146 miliar dolar, dan pada tahun 2030 mencapai Rp315 miliar dolar, sehingga Indonesia membutuhkan lebih banyak PDN yang tersedia.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tahun 2025 sekitar Rp146 miliar dolar, dan tahun 2030 sekitar Rp315 miliar dolar. "Itu 42 persen dari proyeksi digital ekonomi yang sehat, sehingga kita membutuhkan banyak pusat data," ujarnya.

Selain itu sejalan dengan kebijakan pemerintah dan harapan masyarakat global saat ini bahwa pusat data dibangun dengan menggunakan energi hijau. "Sehingga kita bisa punya green data center," kata dia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menerima sertifikat lahan seluas 5 hektar untuk pembangunan pusat data nasional di kawasan Nongsa Kota Batam, Kepulauan Riau, dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam, Jumat ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan di atas luas lahan 5 hektar tersebut akan dibangun pusat data dengan standar global Tier-IV.

Serah terima sertifikat lahan tanah untuk pembangunan pusat data pemerintah di Nongsa Digital Park Batam. "Luas lahan 5 hektar yang direncanakan dibangun pusat data Tier-IV standar global atau standar global tingkat 4 yang sangat tinggi untuk pusat data," kata Menteri.*

Baca juga: Menkominfo bertemu menteri Korsel bahas pusat data

Baca juga: Pemerintah siapkan stimulus untuk "startup" digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel