Indonesia Kurang Pandai Olah Potensi Jadi Ikon

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Daya saing kerap menjadi perbincangan sejumlah kalangan, terutama terkait daya saing Indonesia dengan negara lain. Diharapkan, ke depan Indonesia memiliki daya saing yang bagus di mata dunia.

Menurut Pengamat Ekonomi Industri dan Perbankan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Profesor Dr Rina Indiastuti, daya saing Indonesia pada tahun depan tidak akan berbeda dengan apa yang terjadi pada tahun ini. Sebab Indonesia termasuk negara yang tidak pandai mengolah bidang usaha potensial menjadi sebuah ikon.

"Contohnya di Jabar dulu (bunga) anggreknya bagus-bagus. Tapi sayang potensi tersebut tidak digarap sehingga pada 1995 saya kaget mendapat info kalau Thailand adalah eksportir anggrek terbesar di dunia. Padahal anggrek di Thailand tidak sebanyak jenisnya seperti di Jabar," kata Rina saat ditemui di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor.

Dengan adanya sebutan bahwa Thailand merupakan eskportir terbesar anggrek di dunia, ujar Rina, menunjukkan bahwa Indonesia sudah kalah daya saing. Belum lagi dalam hal lain, kata dia, Indonesia masih berada di bawah negara lain termasuk negara tetangga sekalipun.

Karena itu, Rina menyarankan agar Indonesia memiliki daya saing, maka harus memperhatikan bidang usaha yang prospektif. Termasuk dalam hal ini adalah pembiayaan untuk bidang usaha prospektif tersebut, agar bidang usaha itu berkembang dan pada akhirnya menjadi besar.

Rina menyebutkan, Indonesia sebenarnya potensial dalam beberapa hal. Namun sayang, potensi tersebut tidak dikelola dengan baik sehingga tidak banyak yang tahu. "Soal pariwisata misalnya, apa yang kurang dari kita. Coba rebut wisatawan dari negara lain agar mau berkunjung ke Indonesia, tentu ini harus dilakukan secara benar," kata doktor lulusan University of Osaka Prefecture, Japan ini.

Untuk memperkuat potensi, Rina menganjurkan dilakukan pendekatan kolektif. Usaha untuk meningkatkan daya saing, tidak bisa dilakukan dengan sendiri-sendiri, namun harus difokuskan pada bidang usaha apa dan daerah mana. "Misal ikan gurame ada di mana, tentukan satu daerah saja yang memang akan jadi daerah khas penghasil gurame. Jangan di banyak daerah, nanti jadi tidak fokus," ujar Pembantu Rektor II Unpad ini.

Baca juga:

  • Wow! Laba Bersih Semen Gresik Rp 3,38 Triliun
  • 2012 Angkutan Udara di Sumut Naik 15 Persen
  • Penyediaan DPBPU Bandara Kalimarau Tunggu Kajian Pertamina
  • Penghematan Energi Perlu Dilakukan untuk Menekan Beban Subsidi


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...