Indonesia-Malaysia Siap Kerek Perdagangan di Masa Transisi Pasca Pandemi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menghadapi masa transisi paska pandemi Covid-19, pada tahun 2021 Kementerian Perindustrian Indonesia telah berupaya mendorong beberapa industri khususnya berbagai jenis produk yang sangat dibutuhkan masyarakat luas.

Diantaranya, makanan dan minuman, kosmetik dan produk kebutuhan sehari-hari agar menyiapkan diri untuk menyambut daya konsumsi masyarakat yang diprediksi dapat berkembang positif serta makin meningkat setelah pelaksanaan vaksin secara hampir menyeluruh.

Dalam kesempatan ini, sejumlah perusahaan Malaysia bersiap untuk ikut serta dalam Hybrid Export Acceleration Mission (EAM) 2021 yang akan diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara pada bulan November 2021 ini, di mana keikutsertaan mereka tak lepas dari peran MATRADE sebagai agensi promosi dagang Malaysia.

Dengan mengusung program dengan tajuk Hybrid Export Acceleration Mission on F&B, Cosmetics & FMCG to Medan and Pekan Baru, Indonesia, 15-19 November 2021, MATRADE mengikutsertakan 11 perusahaan dari berbagai sektor seperti makanan dan minuman, kosmetika, franchise dan FMCG untuk memperkenalkan lebih jauh mengenai produk mereka.

Gelaran ini berlangsung di Hotel Santyka Premiere Dyandra Medan, acara digelar dari tanggal 15-19 November 2021. Trade Commissioner MATRADE Jakarta, Har Man Ahmad mengatakan, Malaysia pun siap berpartisipasi meningkatkan pertumbuhan tersebut di Indonesia.

“Sejalan dengan visi pemerintahan kami, dan berharap ini dapat menjadi satu titik permulaan yang berkesinambungan bagi meningkatkan perdagangan dua arah antara Malaysia dan Indonesia, terutama di Sumatera Utara dan Riau sebagai fokus baru untuk Malaysia,” papar Har Man Ahmad, dikutip Sabtu (13/11/2021).

Diagendakan, EAM 2021 ini akan dilakukan dalam 2 sessi yaitu sessi pertama untuk Medan dan sesi ke dua untuk Pekan Baru.

Sesi pertama EAM to Medan 2021, akan diawali dengan webinar dari instansi dan asosiasi terkait seperti Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Sumatera Utara, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Utara, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Utara, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara, dengan partisipan dari semua perwakilan perusahaan Malaysia yang dimulai dari tanggal 15 November 2021.

MATRADE akan memfasilitasi sesi mitra bisnis secara hybrid yang akan diadakan pada tanggal 16 November 2021, secara tatap muka di hotel Santyka Medan dan secara virtual pada tanggal 17 November 2022 melalui platform zoom.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pamerkan Produk

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara Sesi ke dua, EAM Pekan Baru 2021, akan diawali dengan webinar dari instansi dan asosiasi terkait seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Propinsi Riau, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau dan Baristand Industri Kemeneerin dengan partisipan dari semua (KADIN) Sumatera Utara, dengan partisipan dari semua perwakilan perusahaan Malaysia yang dimulai dari tanggal 15 November 2021.

MATRADE akan memfasilitasi sesi mitra bisnis secara hybrid yang akan diadakan pada tanggal 16 November 2021, secara tatap muka di hotel Santyka Medan dan secara virtual pada tanggal 17 November 2022 melalui platform zoom.

Sementara Sesi ke dua, EAM Pekan Baru 2021, akan diawali dengan webinar dari instansi dan asosiasi terkait seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Propinsi Riau, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau dan Baristand Industri Kemenperin, dengan partisipan dari semua perwakilan perusahaan Malaysia yang dimulai dari tanggal 18 November 2021 yang dilanjutkan dengan sesi mitra bisnis secara virtual hingga tanggal 19 November 2021.

“Gelaran ini menjadi momentum yang tepat untu memperkenalkan berbagai ragam produk Malaysia yang dapat melengkapi kebutuhan pertumbuhan industri di Indonesia,” tutup Har Man Ahmad.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel