Indonesia Masters 2021: Gregoria Mariska Kalah karena Kurang Sabar dan Terburu-buru

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Nusa Dua - Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, gagal melaju ke babak kedua Indonesia Masters 2021. Gregoria terpaksa mengakui kekalahan dari unggulan kedelapan asal Jepang, Sayaka Takahashi.

Gregoria Mariska Tunjung bermain apik pada gim pertama, meskipun kalah 18-21. Dia kemudian mampu bangkit pada gim kedua dan menang telak 21-11.

Sayangnya, Gregoria Mariska gagal mempertahankan momentum pada saat-saat krusial. Dia menyerah 20-22 pada gim ketiga babak pertama Indonesia Masters 2021 di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Rabu (17/11/2021)

"Di gim kedua saya sempat memberikan perlawanan dan lawan banyak melakukan kesalahan. Jadinya saya diuntungkan. Di sini saya berhasil memanfaatkan kesempatan yang ada," ujar Gregoria selepas bertanding, melalui rilis dari PBSI.

Dia mengaku di gim awal kurang cepat beradaptasi dengan lapangan maupun permainan lawan. "Di gim kedua saya sudah mulai menemukan pola permainan dan berhasil menekan lawan," kata Gregoria Mariska Tunjung.

vidio:Bola Babes: Berbagi Cerita Kunjungi Stadion di Indonesia dan Luar Negeri, Awas Ada Harta Karun!

Sering Terburu-buru

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, takluk pada babak pertama Indonesia Masters 2021,di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Rabu (17/11/2021). (PBSI)
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, takluk pada babak pertama Indonesia Masters 2021,di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Rabu (17/11/2021). (PBSI)

Memasuki gim penentuan, pemain kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999 ini menjadi kurang sabar dan terburu-buru untuk meraih poin dan mengakhiri permainan, terutama saat memimpin 20-19 di gim ketiga.

"Maunya cepat selesai dan bola jadi tidak terontrol. Di poin kritis pun saya malah tidak maksimal," kata Gregoria.

Juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu mengaku, fisik dan mental bertandingnya masih perlu perbaikan. Kondisi ini membuat rass percaya dirinya terkoreksi.

"Fisik dan mental bertanding saya perlu perbaikan. Kurang konsisten dalam melakukan serangan. Apalagi harus menjalani pertandingan panjang," komentar Gregoria.

Sering Terkecoh

Di pertandingan melawan Takahashi ini, niatan Gregoria bukan hanya untuk menang melainkan juga bermain dengan penampilan terbaiknya. Selain itu, dia sempat terkecoh dengan pola serangan lawan yang bertangan kidal.

"Saya sering dipaksa untuk melepas bola ke arah kiri lawan. Dia kan kidal jadi lebih mudah melakukan forehand. Seharusnya di sebelah kanan, agak sulit dia mengembalikan bola backhand," katanya.

Selanjutnya, Takahashi akan berjumpa dengan pemain non unggulan dari Jerman, Yvonne Li yang perlu 49 menit untuk menghentikan laju pemain Spanyol, Beatriz Corrales.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel