Indonesia Memasuki Gelombang 4 Covid-19?

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali merangkak naik. Peningkatan mulai terlihat sejak awal Juni 2022. Kenaikan ini menjadi penanda munculnya gelombang baru Covid-19.

Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai Indonesia memasuki gelombang keempat pandemi. Pemicunya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Ada sejumlah indikator yang menjadi landasan penilaian IDI. Di antaranya, kasus positif Covid-19 harian meningkat signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 bertambah lebih dari 3.000 kasus.

Kedua, positivity rate Covid-19 menembus 18 persen. Angka ini melampaui standar aman Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO maksimal 5 persen.

"Tapi kita masih belum capai puncak gelombang BA.4 dan BA.5," kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban dikutip Minggu (17/7).

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mengamini penilaian Satgas Covid-19 IDI. Dia mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini memang memungkinkan adanya gelombang keempat.

"Hanya kita tidak tahu akan berapa tinggi jumlah kasusnya," ujar dia.

Menurut mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini, gelombang baru bisa dilihat dari naik turunnya kurva epidemiologi. Semakin tinggi kenaikan kurva dari dasar, maka tampak jelas terjadinya gelombang Covid-19.

Gelombang Keempat Covid-19 Diprediksi Menjinak September atau Awal Oktober

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman sependapat dengan Zubairi dan Tjandra. Menurutnya, Indonesia sudah memasuki gelombang keempat Covid-19. Bahkan sejak awal Juni 2022.

"Dari awal Juni bahkan akhir Mei itu sudah kelihatan ada peningkatan kasus," kata Dicky.

Dicky kemudian menjelaskan rentetan gelombang Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data, gelombang pertama terjadi pada November 2020 sampai Januari 2021. Gelombang kedua sejak Mei hingga September 2021. Sedangkan gelombang ketiga mulai Januari sampai Maret 2022.

Dokter lulusan Universitas Padjadjaran ini memprediksi puncak gelombang keempat terjadi pada akhir Juli atau awal Agustus 2022. Diproyeksikan, gelombang ini baru menjinak pada akhir September atau awal Oktober 2022.

Prediksi ini merujuk pada situasi di lingkungan masyarakat, respons pemerintah, dan karakter virus yang merebak di Indonesia terkini.

"Namun yang ingin saya sampaikan, gelombang ini lebih didominasi oleh kasus infeksi. Tapi kasus kesakitan apalagi kematian trennya terus menurun," ucap dia.

Prediksi Kemenkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak gelombang yang dipicu subvarian BA.4 dan BA.5 terjadi pada akhir Juli 2022. Puncak gelombang ini diprediksi hanya sepertiga dari Delta dan Omicron.

"Jadi kita amati di Afrika Selatan sebagai negara pertama yang BA.4 BA.5 masuk, puncaknya itu sepertiga dari puncaknya Omicron atau Delta sebelumnya," kata Budi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/6).

Budi menyebut, pada puncak gelombang Omicron, penambahan kasus positif harian mencapai 60.000. Pada gelombang BA.4 dan BA.5, peningkatan kasus harian diperkirakan hanya 20.000.

"Kira-kira nanti estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan, mungkin puncaknya kita di 20.000 per hari," ucap Budi.

Mantan Wamen BUMN ini mengatakan, BA.4 dan BA.5 cepat menular. Namun, fatalitasnya jauh lebih rendah dibandingkan Delta dan Omicron.

"Mungkin (fatalitasnya) seperduabelas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron," imbuhnya.

Budi menegaskan kenaikan kasus Covid-19 nasional saat ini bukan disebabkan mudik Lebaran Idulfitri 2022. Melainkan dipicu subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Jadi kita konfirm bahwa kenaikan ini memang dipicu adanya varian baru," kata Budi.

Menurut Budi, kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini sama seperti negara lain. Bila muncul varian baru, maka kasus Covid-19 meningkat.

Situasi Covid-19 di Indonesia

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mulai meningkat sejak awal Juni 2022. Padahal, kasus yang disebabkan virus Corona itu sempat menyentuh angka terendah pada 30 Mei 2022 yakni 218.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukan pada awal Juli 2022, kasus mulai bertambah lebih dari 1.000 per hari.

Dalam beberapa hari terakhir bertambah sekitar 3.000. Sementara Sabtu (16/7) kemarin sudah menembus 4.329 kasus. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel