Indonesia Memenuhi Syarat Jadi Pusat Pertumbuhan di Asia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hary Tanoesoedibjo (HT), mengungkapkan reformasi yang berlangsung 15 tahun silam tidak berdampak pada kemajuan bangsa yang berarti. Bahkan, Indonesia tertinggal jauh bila dibanding dengan kemajuan yang dicapai negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Saat kemajuan dunia bergeser ke negara-negara kawasan Asia, dengan modal dasar yang dimiliki, seharusnya Indonesia telah jauh meninggalkan negara-negara di regional. Bahkan disaat, Amerika mengalami penurunan pertumbuhan, sementara kawasan Eropa terbelit utang yang membuat mereka sulit tumbuh, apalagi usia produktif di negara-negara tersebut terus berkurang.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut, sewajarnya bila Indonesia bisa menjadi negara besar dan maju. Di antara negara-negara Asia, ada tiga negara yang memiliki populasi terbesar yakni China, India dan Indonesia. Sebagaimana diketahui penggerak kemajuan sebuah negara adalah manusia dan sumber daya alamnya. 

China dikenal sebagai negara besar yang memiliki aturan sangat rigid dan bukan negara demokrasi, serta sumber daya alamnya terbatas. Sementara India dianggap sebagai negara yang sangat terfragmentasi. Sedangkan Indonesia  adalah negara demokratis dan memiliki sumber daya alam melimpah.

“Dapat dikatakan di kawasan Asia yang saat ini menjadi pusat pertumbuhan dunia, Indonesia merupakan negara yang paling memenuhi syarat menjadi pusat pertumbuhan terbaik,” kata Hary ketika memberikan pidato kebangsaan saat meresmikan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Asean di KBRI Singapura, yang dimotori PPI Singapura pada akhir pekan lalu.

Menurut HT, sekarang saatnya kaum muda mengambil peran lebih besar untuk melakukan perubahan. PPI yang merupakan wadah para pelajar Indonesia di luar negeri, diharapkan dapat berperan lebih besar dengan melakukan sinergi dengan anak-anak muda di dalam negeri.

“Di sinilah ekspresi kebangsaan anak-anak muda dapat dilaksanakan dengan berbagai kegiatan dan mengetahui arah tujuan kemajuan bangsa,” tegasnya.

Acara tersebut dihadiri PPI dari 12 negara, baik dari negara-negara Asean, Tiongkok, Taiwan, Turki dan beberapa negara lainnya. Selain itu juga hadir badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.