Indonesia Mendengar untuk Penuhi Hak-Hak Penyandang Disabilitas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma meluncurkan program Indonesia Mendengar untuk merealisasikan hak-hak penyandang disabilitas. Program itu diluncurkan saat menyalurkan bantuan sosial kepada penerima manfaat (PM) di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Sabtu, 8 Januari 2022.

Program Indonesia Mendengar merupakan bagian dari program Indonesia Mendengar, Indonesia Melihat, dan Indonesia Melangkah, yang ditujukan khususnya bagi penyandang disabilitas.

Berdasar Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, kata Risma, terdapat 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia.

"Kondisi kedisabilitasan yang dialami saudara-saudara kita ini, mengakibatkan mereka kurang mendapatkan akses pada informasi dan komunikasi, juga pada akses layanan dasar lainnya," kata Risma dalam keterangan tulis, Jakarta, Minggu (9/1/2022).

Dengan Program Indonesia Mendengar, Kemensos membantu penyandang disabilitas rungu dan lansia dengan alat bantu dengar dan telepon pintar yang bisa mengubah suara menjadi huruf. Dengan demikian, penyandang disabilitas bisa membaca pesan lawan bicara.

"Program berjalan atas dukungan Komisi VIII yang memberikan keleluasaan kepada Kemensos untuk menyusun anggaran. Lalu kami alokasikan anggaran untuk mengadakan alat bantu, Ada sekitar 34.000 unit alat bantu kami serahkan kepada yang memerlukan," ujar Risma.

Dia berharap, dengan alat bantu, penyandang disabilitas bisa semakin mandiri.

"Selanjutnya mereka bisa meningkatkan akses mereka kepada kegiatan produktif dan pada gilirannya meningkatkan kapasitas keuangan mereka," ucap Risma.

Serentak

Peluncuran program Indonesia Mendengar juga dilaksanakan serentak di 28 wilayah lainnya dengan 13 wilayah diagendakan dihadiri oleh perwakilan Komisi VIII DPR RI.

Kementerian Sosial melalui balai besar, balai dan loka menyiapkan bantuan aksesibilitas sebanyak 262 khusus untuk penyandang disabilitas rungu wicara yang terdiri dari alat bantu dengar, hp bicara/ponsel pintar dengan aplikasi transkrip instan, tablet dan laptop bicara dengan aplikasi jaws, serta pluit.

Kemensos juga memberikan bantuan sebanyak 456 item berupa tongkat penuntun adaptif, tongkat pintar, kursi roda, kursi roda anak, tongkat kruk, tripot, walker, kaki palsu, kewirausahaan, kursi roda 2 in 1, laptop, printer, tablet, peralatan reparasi HP, sampai sepeda motor roda 3 boks alumunium. Total bantuan aksesibilitas diterima oleh 718 penerima manfaat.

Pada kesempatan sama, Risma mengunjungi lumbung sosial yang didirikan di Kabupaten Bandung. yakni di Kecamatan Baleendah, Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Dayeuh Kolot dengan nilai bantuan Rp 379.858.131.

Risma menyatakan, masyarakat yang tinggal di kawasan bencana beresiko mengalami keterputusan terhadap akses logistik. Lumbung sosial didirikan untuk memastikan masyarakat di kawasan bencana tetap memiliki akses terhadap kebutuhan hidup.

“Jadi ini antisipasi. Dengan lumbung sosial di beberapa titik rawan bencana, masyarakat tetap bisa mandiri,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel