Indonesia menghukum pria Amerika menjadi 9 1/3 tahun untuk narkoba

DENPASAR, Indonesia (AP) - Pengadilan Indonesia menghukum seorang pria Amerika Serikat (AS) dengan 9 1/3 tahun penjara pada Senin (13/1), setelah terbukti bersalah menjual kokain dan ganja di pulau wisata Bali.

Polisi mengatakan Ian Andrew Hernandez dari California ditangkap Mei lalu dengan 10 bungkus plastik kecil berisi 6,6 gram kokain dan satu bungkus ganja seberat 23,7 gram di rumah sewaannya di pulau itu. Penggerebekan di rumahnya dilakukan setelah ada laporan dari anggota masyarakat.

Polisi juga menyita timbangan elektrik, kertas rokok, dan telepon genggam yang diduga digunakan untuk menerima pesanan obat-obatan dari wisatawan melalui pesan teks. Surat dakwaan tersebut mengatakan Hernandez mengakui bahwa alat dan narkoba itu miliknya.

Hernandez, 31 tahun, duduk diam ketika panel tiga hakim di Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan hukuman. Mereka juga memerintahkannya untuk membayar denda 1 miliar rupiah ($ 72.885) atau menjalani dua bulan lagi di balik jeruji besi.

"Terdakwa melakukan kejahatan yang telah menodai Bali sebagai tujuan wisata," kata Hakim Ketua Koni Hartanto. "Apa yang dia lakukan bertentangan dengan upaya pemerintah memerangi perdagangan narkoba."

Hernandez menolak berbicara dengan wartawan dalam perjalanan kembali ke penjara.

Jaksa penuntut meminta hukuman 14 tahun, tetapi hakim mengatakan mereka mengurangi hukuman karena Hernandez menyesali tindakannya dan berjanji untuk berubah.

Pengacara Hernandez, Made Suardika Adnyana, mengatakan kepada pengadilan bahwa kliennya menerima vonis.

Indonesia memiliki undang-undang narkotika yang ketat dan para pedagang yang dihukum terkadang dieksekusi oleh regu tembak. Lebih dari 150 orang dihukum mati, sebagian besar karena kejahatan narkoba. Sekitar sepertiga adalah orang asing.

Delapan belas orang yang dihukum karena pelanggaran terkait narkoba telah dieksekusi di bawah pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo saat ini.

Tahun lalu, seorang warga Prancis dijatuhi hukuman mati di Lombok, sebuah pulau di sebelah Bali, karena menyelundupkan 3 kilogram ekstasi, sebelum pengadilan yang lebih tinggi mengubah hukumannya menjadi 19 tahun penjara.