Indonesia Negara Kaya Tapi Berpenduduk Miskin

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

INILAH.COM, Jakarta - Meski Indonesia kaya akan sumber daya alam dan manusianya, namun Indonesia tetap menduduki negara termiskin di dunia hanya diatas Kongo negara di Afrika.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin (Kamar Dagang Industri Indonesia), Peter F Gonta dalam diskusi bertajuk "Investasi di Sektor Pengolahan dan Pemurnian Mineral : Peraturan mengenai Peningkatan Nilai Tambah, Sektor Mineral" di Menara Kadin Indonesia Jakarta Selasa (31/7/2012).

Peter mengatakan, kemiskinan Indonesia bisa dibuktikan dari sedikitnya produk andalan tanah air, padahal Indonesia kaya akan sumber daya alam. Kedua Indonesia sangat sedikit memiliki penduduk yang berpendidikan S3, akibatnya Indonesia kurang inovatif di banding India, atau China yang sama-sama berpenduduk banyak.

China dengan penduduk 1,3 miliar memiliki lulusan S3 sebanyak 800.000, India dengan penduduk 1,1 miliar memiliki 600.000 sedangkan Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta hanya 60.000 lulusan S3.

"Jepang, memiliki honda, panasonic dan toyota, sementara Korea memiliki hyundai dan LG. Padahal negara tersebut tidak memiliki SDA. Ini beda dengan Indonesia selain memiliki Indomie dan Djarum tidak ada lagi produk andalan, karena memang tidak ada added valeu. Indonesia negara kaya, tapi orangnya tidak kaya," tambah dia. [rus]

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...