Indonesia-PBB bangun kemitraan percepat Agenda Pembangunan Biru

Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja sama dalam kerangka Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional untuk mendukung RI dalam percepatan pelaksanaan Agenda Pembangunan Biru (Blue Agenda Development) serta membangun pertumbuhan ekonomi kelautan yang lebih berkelanjutan.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Jodi Mahardi menyebut ekonomi kelautan yang berkelanjutan sangat penting bagi Indonesia, serta bagi negara-negara pesisir lainnya karena berkontribusi pada pendapatan yang lebih tinggi dari kegiatan berbasis laut, serta turut melestarikan keanekaragaman hayati laut dengan pemulihan ekosistem laut dan pesisir.

"Kami dan PBB bersinergi membangun kemitraan strategis dalam mendorong percepatan pembangunan di bidang sumber daya kelautan secara berkelanjutan sesuai dengan tujuan utama dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Jodi mengatakan pemerintah Indonesia menghargai setiap bantuan yang diberikan dalam mempercepat pencapaian target pembangunan pemerintah, baik jangka pendek maupun menengah di sektor kemaritiman.

Jodi pun mendesak para pemangku kepentingan terkait untuk bergabung dalam Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional, yang dijadwalkan akan diluncurkan pada 14 November di acara sampingan Ocean 20 menuju KTT G20 di Bali.

Sementara itu, UN Resident Coordinator for Indonesia Valerie Julliand menekankan lautan yang sehat sangat penting untuk kelangsungan hidup umat manusia.

"Oleh karena itu, PBB dengan senang hati bergabung dengan pemerintah Indonesia dan mitra pembangunan untuk membangun ekonomi kelautan yang berkelanjutan," katanya.

Valerie menekankan 3C yaitu Coordination (Koordinasi), Collaboration (Kolaborasi) dan Commitment (Komitmen) untuk memastikan bahwa semua pihak saling melengkapi secara efektif dan efisien serta berkontribusi signifikan terhadap target RPJMN pemerintah terkait sumber daya kelautan.

Strategi 3C juga diharapkan dapat mendorong potensi ekonomi biru dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Di bawah Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional (National Blue Agenda Actions Partnership), Kemenko Marves dan tim PBB di Indonesia bekerja sama dengan kementerian dan lembaga pemerintah terkait lainnya serta komunitas diplomatik dalam mendukung peran Indonesia sebagai pemimpin global di Agenda Biru.

Agenda Biru berupaya mendukung pertumbuhan berkelanjutan di sektor kelautan dan maritim. Dukungan strategis bagi Indonesia dari PBB akan fokus pada empat pilar, yaitu kesehatan biru, makanan biru, inovasi biru, dan keuangan biru.

Baca juga: Menteri Trenggono Bawa Agenda Ekonomi Biru Indonesia di Sidang COFI FAO

Baca juga: Luhut ajak negara G20 bangun ekonomi biru dan hijau demi masa depan

Baca juga: Bappenas: RI ingin jadi pemain utama pembangunan ekonomi biru global