Indonesia Pimpin KTT G20 di 2022, Jalan Mulus Menuju Negara Maju

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah pemimpin negara telah menyampaikan dukungan untuk Indonesia yang akan memegang Presidensy Group of Twenty (G20) (KTT G20 Bali) pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Dukungan ini pun dinilai menjadi bentuk kepercayaan negara dunia terhadap Indonesia.

Pengamat Ekonomi IndiGo Network, Ajib Hamdani mengatakan, Indonesia Presidency G20 menjadi bukti pengakuan dunia global atas Indonesia dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab menurutnya Kepala Negara itu bisa menjadi sosok yang mempunyai kepercayaan dan keberanian.

"Pengakuan internasional ini akan lebih memberikan daya ungkit terhadap value Indonesia, dan ini bisa menjadi salah satu jalan untuk memuluskan ke depan menjadi negara maju," kata Ajib kepada merdeka.com, Senin (1/11).

Dia mengatakan, Indonesia menjadi punya nilai strategis. Selama masa kepemimpinan Jokowi, banyak kemajuan yang diraih di Indonesia, dan juga mempunyai keberanian melawan uni eropa, misalnya dalam konteks komoditas sawit.

Sebelumnya, sejumlah pemimpin negara telah menyampaikan dukungan untuk Indonesia yang akan memegang Presidensi G20. Salah satunya datang dari Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlanvga Hartarto mengatakan, dalam pertemuan dengan Scott Indonesia dan Australia sepakat mengusulkan pembahasan mengenai ekonomi digital untuk diangkat dalam forum G20 di Presidensi Indonesia nanti.

Hal tersebut agar kebijakan dan regulasi di sektor digital tidak berbeda dari sektor konvensional, utamanya dari segi platform digital. “Diharapkan bahwa perundungan di media misalnya tentu akan diatur oleh para platform secara bertanggungjawab dan seimbang,” ujar Airlangga yang mendampingi Presiden Joko Widodo dalam rangkaian KTT G20 di La Nuvola, Roma, ditulis Minggu (31/10).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dukungan

Presiden Jokowi melanjutkan lawatan kerja luar negerinya ke Glasgow, Skotlandia, usai menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma Italia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).
Presiden Jokowi melanjutkan lawatan kerja luar negerinya ke Glasgow, Skotlandia, usai menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma Italia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Airlangga mengatakan bahwa dukungan juga datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia.

Bersama Presiden Macron, Presiden Jokowi membahas mengenai rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Uni Eropa (IEU-CEPA).

Presiden Jokowi meminta akselerasi dalam pembentukan IEU-CEPA yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Akselerasi tersebut juga diharapkan akan meningkatkan ekspor Indonesia ke Eropa dan begitupun sebaliknya.

“Nah tentu ini diharapkan Indonesia sebagai Presidensi G20 mempunyai daya tawar yang tinggi dan diharapkan manfaat bagi Presidensi Indonesia di G20 dan Presidensi di IEU ini ada manfaat untuk meyelesaikan itu,” kata Airlangga.

Senada, saat pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Jokowi juga membahas mengenai akselerasi rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Turki atau IT-CEPA.

Akselerasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan pasar besar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia di Turki yang sebelumnya menurun.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel