Indonesia-Portugal Sepakat Tingkatkan Nilai Perdagangan

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Republik Portugal sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan kedua negara, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan bersama.

"Presiden Portugal dan saya bersepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan ini sehingga perdagangan bilateral lebih kuat dan berimbang," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Portugal Anibal Cavaco Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Yudhoyono menjelaskan, perdagangan kedua negara berkembang cukup bagus, namun masih bisa ditingkatkan. Selama 2010 sampai 2011, terjadi peningkatan sebesar 58 persen, sehingga total nilai perdagangan kedua negara mencapai 171 dolar AS.

Selain itu, delegasi kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sektor energi terbarukan, industri pertahanan, dan industri strategis lainnya.

Dalam bidang politik, kedua negara sepakat untuk mempererat persahabatan di berbagai forum internasional. Yudhoyono menekankan perlunya kerja sama di PBB dan meningkatkan persahabatan antara ASEAN dan Uni Eropa.

Kemudian, Indonesia dan Portugal juga membahas kerja sama di bidang pendidikan, kepemudaan, olah raga, dan media massa.

Presiden Cavaco Silva menyambut baik sejumlah usulan kerja sama yang disampaikan oleh Yudhoyono. Menurut Cavaco Silva, Indonesia dan Portugal memiliki potensi yang besar untuk menjalin kerja sama di berbagai sektor.

"Sebagai Presiden Portugal dan kepada rakyat Indonesia saya akan membuat langkah-langkah konkret dalam bersahabat baik dalam bidang ekonomi, pengetahunan, teknologi yang maju dan di bidang-bidang yang jelas yang bisa melengkapi satu dengan yang lain," katanya.

Dia juga memberikan perhatian khusus pada kemajuan kerja sama kedua negara dalam berbagai forum internasional.

Dalam kunjungan kenegaraan itu, Yudhoyono dan Cavaco Silva juga menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman kerja sama di berbagai bidang, antara lain ekonomi, sosial budaya, dan visa diplomatik.

Kunjungan Cavaco Silva itu adalah kunjungan pertama Presiden Portugal ke Indonesia sejak kedua negara membuka hubungan diplomatik pada 1950. Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pernah berkunjung ke Portugal pada 1960. (da)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...