Indonesia-Prancis perkuat kerja sama green and blue economy

·Bacaan 2 menit

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menekankan penguatan kerja sama Indonesia-Perancis dalam pembangunan rendah karbon, green and blue economy, hingga kerja sama pembiayaan pembangunan proyek-proyek pemerintah.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan pejabat senior dari The Agence Française de Développement (AFD) dan pejabat senior dari Kementerian Ekonomi dan Keuangan (French Treasury) di KBRI Paris, Prancis.

"Kementerian PPN/Bappenas telah menyiapkan strategi transformasi ekonomi. Kerja sama AFD dengan Kementerian PPN/Bappenas adalah salah satunya bentuk usaha untuk pelaksanaan strategi transformasi ekonomi Indonesia, khususnya green economy,” ujar Menteri Suharso dalam keterangan resminya, Sabtu.

Dalam pertemuan dengan AFD tersebut, lanjut Suharso, terdapat kesepahaman untuk memperkuat kerja sama pembangunan rendah karbon atau green economy dengan fokus pada energy transition, waste management, green industry termasuk green tourism. Beberapa proyek potensial untuk dikembangkan adalah waste to energy project dan AFD juga akan mendukung penuh langkah Indonesia dalam mengusung pilot project pencanangan Bali sebagai blue island.

"Kementerian PPN/Bappenas akan memfasilitasi proyek potensial untuk dibiayai pinjaman AFD seperti eco-fishing port dan mass transit program khususnya di Bandung dan Medan," kata Suharso.

Pihak AFD menyampaikan bahwa dengan semakin eratnya kerja sama AFD dengan Indonesia serta banyaknya proyek-proyek kerja sama serta dalam rangka meningkatkan fleksibilitas operasional, ke depannya operasional kantor perwakilan AFD di Indonesia akan beroperasi sebagai institusi yang terpisah dari Kedutaan Besar Perancis di Indonesia.

Kemudian dalam pertemuan dengan Kementerian Ekonomi dan Keuangan (French Treasury), pihak Perancis menyatakan dalam beberapa tahun terakhir fasilitas pinjaman French Treasury telah diimplementasikan untuk pembiayaan pembangunan pemancar televisi dan pembangunan Sistem Meteorologi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia ke depan juga masih mempertimbangkan pembiayaan dari Pemerintah Perancis untuk beberapa proyek pemerintah mengingat kerja sama pembiayaan pembangunan kedua negara melalui fasilitas pembiayaan French Treasury sudah terjalin sejak lama.

“Beberapa potensi proyek-proyek Pemerintah Indonesia untuk dibiayai French Treasury antara lain Pusat Data Nasional dan digitalization of broadcasting system. Proyek Pusat Data Nasional akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat,” sebut Suharso.

Menteri Suharso mendorong agar pembiayaan Prancis untuk pendanaan proyek-proyek pemerintah Indonesia dapat berlangsung lebih kompetitif dibandingkan sumber pembiayaan lain dan juga membantu kesiapan teknis serta capacity building bagi penerima kegiatan tersebut.

Pemerintah Prancis pun merespons positif terutama dalam hal pemanfaatan teknologi Perancis seperti Teknologi Informasi Komunikasi yakni satelit dan radar. Pemerintah Perancis juga menawarkan bantuan teknis penyiapan proyek dengan menggunakan teknologi Perancis.

Terkait dengan skema pembiayaan, French Treasury akan berusaha bernegosiasi dengan pihak sindikasi perbankan agar pembiayaannya lebih kompetitif.

Baca juga: Menteri Kelautan Prancis apresiasi hasil riset kelautan Indonesia

Baca juga: Mendag Prancis sebut BUMN Indonesia mitra terpercaya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel