Indonesia: Putra mahkota UEA pimpin pembangunan ibu kota baru

JAKARTA, Indonesia (AP) - Putra mahkota Abu Dhabi telah setuju untuk memimpin komite yang akan mengawasi pembangunan ibu kota baru untuk Indonesia yang diperkirakan menelan biaya 34 miliar dolar AS, seorang pejabat Indonesia mengatakan Selasa (14/1).

Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan mengatakan "suatu kehormatan untuk memainkan peran dalam pengembangan negara mayoritas Muslim terbesar," Menteri Koordinator Kelautan dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Komite itu juga akan mencakup Masayoshi Son, miliarder pendiri dan kepala eksekutif perusahaan induk SoftBank, Jepang dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, yang saat ini mengelola Institut Tony Blair untuk Perubahan Global, katanya.

"Kami berharap kehadiran mereka akan memberikan dorongan kepercayaan bagi calon investor di ibu kota baru," kata Pandjaitan.

Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu Sheikh Mohammed selama perjalanan dua hari ke Abu Dhabi yang berakhir pada Senin.

Widodo mengumumkan Agustus lalu bahwa ibu kota Indonesia akan berpindah dari Jakarta yang padat, hampir tenggelam, dan tercemar ke sebuah lokasi di provinsi Kalimantan Timur yang berpenduduk jarang di pulau Kalimantan, yang terkenal akan hutan hujan dan orangutan.

Relokasi ibu kota ke wilayah seluas 180.000 hektar (444.780-acre) hampir tiga kali lipat ukuran Jakarta akan menelan biaya sekitar 34 miliar dolar AS. Dari jumlah itu, 19% berasal dari anggaran negara dan sisanya dari kerja sama antara pemerintah dan badan usaha serta dari investasi langsung oleh perusahaan yang dikelola negara dan sektor swasta.

Widodo menyambut pembicaraan antara pejabat Indonesia dan Uni Emirat Arab, serta SoftBank, mengenai pembentukan Dana Kekayaan Negara (SWF) Indonesia yang akan diselesaikan pada akhir bulan ini di Tokyo, kata kementerian kelautan dan investasi.

Dikatakan bahwa UEA, sebuah federasi tujuh kerajaan di Semenanjung Arab; SoftBank; dan International Development Finance Corporation AS akan berpartisipasi dalam pendanaan SWF untuk proyek-proyek pembangunan Indonesia.

Gagasan untuk mengatur dana datang selama kunjungan oleh Sheikh Mohammed ke Indonesia Juli lalu, dan UEA telah berjanji untuk menjadi investor utama dalam proyek-proyek SWF, kata Pandjaitan.

Selama kunjungan Widodo ke Abu Dhabi, kedua negara mencapai 16 kesepakatan bisnis dan pemerintah di mana UEA sepakat untuk menginvestasikan $ 6,8 miliar melalui lima perjanjian pemerintah-ke-pemerintah dan 11 kesepakatan bisnis-ke-bisnis, kata kementerian kelautan dan investasi.

Jakarta adalah kota besar Asia dengan 10 juta orang penduduk, atau 30 juta termasuk mereka yang berada di wilayah metropolitan yang lebih besar. Ini rentan terhadap gempa bumi dan banjir dan dengan cepat tenggelam karena ekstraksi air tanah yang tidak terkendali. Air dan sungai sangat terkontaminasi. Kemacetan diperkirakan menelan kerugian ekonomi $ 6,5 miliar per tahun.

Kalimantan Timur yang kaya mineral dulunya hampir sepenuhnya tertutup oleh hutan hujan, tetapi pembalakan liar telah menghilangkan banyak pertumbuhan aslinya. Daerah ini berpenduduk hanya 3,5 juta orang dan dikelilingi oleh Taman Nasional Kutai, yang dikenal karena orangutan dan primata serta mamalia lainnya.

Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, tetapi saat ini 54% dari hampir 270 juta penduduk negara itu tinggal di Jawa, daerah dengan populasi paling padat di negara ini.