Indonesia Raih 1 Emas di Asian Paragames

SEMARANG, Kompas.com - Kontingen Indonesia meraih satu medali emas, lima perak, dan lima perunggu, pada pesta olahraga multievent penyandang cacat atau Asian Paragames di Guangzhou, China, yang berakhir Sabtu (18/12/10).

Ketua Umum Pengurus Pusat National Paralympic Committe (NPC) Senny Marbun ketika dihubungi, Senin (20/12/10) malam, mengatakan, dengan hasil tersebut Indonesia menempati peringkat 14.

Menurut dia, satu emas tersebut disumbangkan dari cabang bulu tangkis nomor ganda putra atas nama pasangan Harry dan Trihono. Kemudian, lima medali perak disumbangkan cabang olahraga renang atas nama Agus Ngaiman, Suryo Nugroho (tunggal upper 5), Harry (tunggal), Dwiyoko (tunggal), dan pasangan Ryan/Dwiyoko (ganda putra bulu tangkis).

Lima medali perunggu disumbangkan oleh Setyo (lompat jauh/atletik), Suyono (lari 200 dan 400 meter), Ryan (bulu tangkis/tunggal), serta David Jacobs (tenis meja).

Kontingan Indonesia pada Asian Paragames di Guangzhou tersebut berkekuatan 20 atlet yang mengikuti lima cabang olahraga yaitu bulu tangkis, angkat berat, atletik, renang, dan tenis meja, serta ditambah 15 ofisial. Ia mengatakan, Indonesia memang tidak memasang target pada Asian Paragames 2010 karena persiapan yang singkat (satu bulan).

Di samping itu, kata dia, memang persaingannya sangat ketat terutama datang dari tuan rumah China yang menjadi juara umum kemudian Jepang dan Korea Selatan.

"Kalau tingkat Asia kami belum berani bersaing tetapi kalau hanya kawasan ASEAN seperti pada ASEAN Paragames di Surakarta, Jateng, 2011, kami berani bersaing bahkan berani memasang target juara umum.

"Terlepas dari itu kami merasa bersyukur karena para atlet telah berjuang semaksimal mungkin dan kami bisa membawa pulang satu emas, lima perak, dan lima perunggu," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.