Indonesia Rangking 100 Negara Terkorup

Laporan Wartawan Tribunnews.com Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harapan Pemerintah Republik Indonesia melepaskan diri dari golongan negara terkorup belum tercapai. Target Indonesia untuk mendapat skor 5.0 dalam Corruption Perception Index tahun 2014 sangat ambisius. Mengingat tahun ini, Indonesia berada di peringkat 100.

Hasil itu terkuak dari survey Transparency International yang disebarkan kembali Trancsparency Indonesia, Kamis (1/12/2011). CPI mengukur tingkat korupsi dari 183 negara dengan rentang indeks antara 0 sampai dengan 10, di mana 0 berarti sangat korup, dan 10 sangat bersih dari korupsi.

"Tahun ini skor Indonesia dalam CPI adalah 3.0," ujar Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Teten Masduki. Bersama Indonesia, terang Teten, 11 negara lain dengan skor yang sama adalah Argentina, Benin, Burkina Faso, Djibouti, Gabon, Madagaskar, Malawi, Meksiko, Sao Tome & Principe, Suriname dan Tanzania.

Sementara di kawasan ASEAN, skor Indonesia berada di bawah Singapura (9.2), Brunei (5.2), Malaysia (4.3) dan Thailand (3.4). Sementara Vietnam (2.9), Kamboja (2.1), Laos (2.2) dan Myanmar (1.5) skornya lebih rendah dari Indonesia (3.0). Dengan hasil CPI, tidak ada perubahan signifikan yang terjadi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dikatakan Teten, rangking Indonesia bisa melesat dari jajaran bawah jika ada perbaikan serius terhadap proses perijinan usaha, perbaikan menyeluruh pada institusi penegak hukum, penyelesaian kasus-kasus tingkat tinggi yang melibatkan politisi maupun pejabat publik tingkat tinggi.

Tiga yang harus ditempuh di atas ini sesuai dengan indikator korupsi Transparency International yang lain yakni Global Corruption Barometer, yang secara konsisten menempatkan polisi, parlemen, dan pengadilan sebagai institusi-institusi yang paling bermasalah korupsi di Indonesia
Laporan Wartawan Tribunnews.com Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harapan Pemerintah Republik Indonesia melepaskan diri dari golongan negara terkorup belum tercapai. Target Indonesia untuk mendapat skor 5.0 dalam Corruption Perception Index tahun 2014 sangat ambisius. Mengingat tahun ini, Indonesia berada di peringkat 100.

Hasil itu terkuak dari survey Transparency International yang disebarkan kembali Trancsparency Indonesia, Kamis (1/12/2011). CPI mengukur tingkat korupsi dari 183 negara dengan rentang indeks antara 0 sampai dengan 10, di mana 0 berarti sangat korup, dan 10 sangat bersih dari korupsi.

"Tahun ini skor Indonesia dalam CPI adalah 3.0," ujar Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Teten Masduki. Bersama Indonesia, terang Teten, 11 negara lain dengan skor yang sama adalah Argentina, Benin, Burkina Faso, Djibouti, Gabon, Madagaskar, Malawi, Meksiko, Sao Tome & Principe, Suriname dan Tanzania.

Sementara di kawasan ASEAN, skor Indonesia berada di bawah Singapura (9.2), Brunei (5.2), Malaysia (4.3) dan Thailand (3.4). Sementara Vietnam (2.9), Kamboja (2.1), Laos (2.2) dan Myanmar (1.5) skornya lebih rendah dari Indonesia (3.0). Dengan hasil CPI, tidak ada perubahan signifikan yang terjadi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dikatakan Teten, rangking Indonesia bisa melesat dari jajaran bawah jika ada perbaikan serius terhadap proses perijinan usaha, perbaikan menyeluruh pada institusi penegak hukum, penyelesaian kasus-kasus tingkat tinggi yang melibatkan politisi maupun pejabat publik tingkat tinggi.

Tiga yang harus ditempuh di atas ini sesuai dengan indikator korupsi Transparency International yang lain yakni Global Corruption Barometer, yang secara konsisten menempatkan polisi, parlemen, dan pengadilan sebagai institusi-institusi yang paling bermasalah korupsi di Indonesia


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.