Indonesia Sukses Ekspor Jarum Suntik ke Ukraina & UNICEF

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemberian vaksinasi COVID-19 menjadi upaya untuk mengurangi penularan, menurunkan angka kematian dan tercapainya herd immunity, yang dilakukan oleh seluruh negara. Sehingga, kebutuhan atau permintaan alat suntik mengalami kenaikan yang ekstrem.

Sebelum adanya pandemi COVID-19, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan kurang lebih 16 miliar suntikan diberikan setiap tahun, di mana 5-10 persen digunakan untuk vaksinasi dan imunisasi.

Sementara dengan adanya pandemi ini, dunia membutuhkan antara 8-10 miliar jarum suntik, hanya untuk vaksin COVID-19 saja. Bangganya, Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan tersebut, bahkan sudah mengekspor ke luar negeri.

Adalah PT. Oneject Indonesia (Oneject) yang mengekspor alat suntik sekali pakai atau ADS, guna memenuhi kebutuhan United Nations Children's Fund (UNICEF) dan juga ke Ukraina. Dengan total volume seluruhnya mencapai 200 kontainer atau 150 juta pieces alat suntik ADS.

Pelepasan secara seremonial dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Dalam kesempatan itu, Luhut turut mengapresiasi dan menyampaikan bahwa ekspor ini merupakan langkah yang sangat baik, di tengah upaya pemerintah untuk mengkampanyekan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) serta mendorong ekspor produksi jadi.

Tidak jauh berbeda, Menkes Budi juga memberikan apresiasi karena telah berhasil mengekspor ADS ke UNICEF. Di lain sisi, pemerintah berkomitmen mendukung perusahaan dalam negeri yang berorientasi ekspor.

“Saya bangga Oneject bisa menjual produknya ke UNICEF. Hal tersebut membuktikan perusahaan ini pasti memiliki tata kelola perusahaan yang bagus dan harga yang kompetitif," kata Menkes di pabrik kedua PT Oneject Indonesia, kawasan Industri KITIC, Delta Mas, Cikarang, Kamis 26 Agustus 2021.

Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Jahja Tear Tjahjana, menjelaskan, ekspor kali ini untuk memenuhi permintaan UNICEF sebanyak 120 juta pieces. Sementara untuk Kementerian Kesehatan Ukraina, mereka mengekspor 30 juta ADS, sehingga total ekspor mencapai 150 juta ADS atau 200 kontainer.

"Sejak 2008, kami melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Italia, Jerman, Nepal, Kuba, Pakistan, Algeria, Kenya, Tanzania, Sri Lanka dan juga ke lembaga internasional lainnya. Dengan target kapasitas produksi ADS dan safety needle mencapai 1,2 miliar per tahun, 50 persen untuk mengisi kebutuhan dalam negeri dan sisanya diekspor," paparnya.

Jahja lebih lanjut mengatakan, produk-produk alat suntiknya telah mendapat sertifikasi dari WHO. Dia juga memastikan, kebutuhan alat suntik untuk vaksinasi COVID-19 di Indonesia dan untuk kebutuhan lainnya sudah dapat terpenuhi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel